UAS Tak Hadir, Sidang Jony Boyok Ditunda

Sidang lanjutan kasus penghinaan dan pencemaran nama baik, dengan terdakwa Joni Boy alias Jony Boyok terhadap Ustad Abdul Somad ditunda lagi.

UAS Tak Hadir, Sidang Jony Boyok Ditunda
internet
Ilustrasi - Pemilik Akun Jony Boyok dan Ustaz Abdul Somad 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Rizky Armanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dalam kasus penghinaan dan pencemaran nama baik, dengan terdakwa Joni Boy alias Jony Boyok kembali dinyatakan ditunda oleh majelis hakim, Kamis (21/2/2019).

Pasalnya, sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru ini, saksi korban Ustadz Abdul Somad (UAS) yang diagendakan hadir untuk didengar kesaksiannya, masih berhalangan untuk datang.

UAS tidak bisa hadir di persidangan karena masih berada di Malaysia.

Baca: Titik Api di Kuala Kampar Padam Disiram Hujan

Baca: Tempat Perlengkapan Anak Lebih Praktis di Lemari Loker Tersedia di Ace Hardware Panam

Ini sudah kali kedua sidang dinyatakan ditunda, setelah sebelumnya pada Kamis pekan lalu, sidang juga ditunda.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syafril saat berbincang kepada Tribun menyebutkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pengacara UAS, agar UAS bisa dihadirkan dalam persidangan.

"Kita masih terus berkoordinasi dengan pengacaranya, karena memang agenda beliau (UAS) sangat padat sekali. Agenda sidang diundur Kamis pekan depan," sebutnya.

"Jadi masih kita koordinasikan, apakah UAS bisa hadir pada Kamis pekan depan," sambung Syafril.

Baca: Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 9-10: Tayang Jumat Pukul 18.00 WIB di TransTV

Untuk diketahui, perbuatan Joni Boy dilakukannya pada Minggu, 2 September 2018 lalu sekitar pukul 12.00 WIB, di rumahnya di Jalan Kelapa Sawit Gang Dolok I Nomor 8 Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.

Terdakwa Joni Boy memposting tulisan atau berita di akun media sosial, Facebook, milik terdakwa.

Sebelumnya, Astriwati selaku Hakim Ketua dalam sidang perkara ini mengatakan, dalam sidang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), saksi korban harus terlebih dahulu dimintai keterangannya.

Hal itu tercantum dalam Pasal 160 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

"Kalau ada korban harus terlebih dahulu yang diperiksa korban. Setelah itu, baru saksi lain," kata Astriwati, didampingi hakim anggota Bosman dan Mangapul.(*)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved