Berita Riau

Kepala Staf Kepresidenan, Gubri dan Kepala BRG Tinjau Sekat Kanal di Desa Bandar Sungai Siak

Sejak ada sekat kanal ini, air lumayan masih tinggi. Walaupun 2 minggu tidak turun hujan. Lahan gambut masyarakat juga terjaga dan tetap basah

Kepala Staf Kepresidenan, Gubri dan Kepala BRG Tinjau Sekat Kanal di Desa Bandar Sungai Siak
Tribunpekanbaru/RizkyArmanda
Kepala Staf Kepresidenan sekaligus mantan Panglima TNI Jend (Purn) Moeldoko, Gubernur Riau, Syamsuar dan Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead, saat meninjau lokasi sekat kanal di Desa Bandar Sungai, Kabupaten Siak, Jumat (22/2/2019) sore. 

Kepala Desa Bandar Sungai Putra Fajar menerangkan, sejak dibangun sekat kanal, yang merupakan bantuan dari BRG dan pemerintah daerah, kini masyarakat merasa sangat terbantu.

"Sejak ada sekat kanal ini, air lumayan masih tinggi. Walaupun 2 minggu tidak turun hujan. Lahan gambut masyarakat juga terjaga dan tetap basah," katanya.

Disepanjang aliran air di kanal itu disebutkan Putra, ada sekitar 4 sekat kanal yang dibangun.

Baca: Moeldoko Tiba di Riau, Hari Ini Jumlah Titik Panas Menggila, Terpantau 54 Titik

Baca: Siang Ini Staf Ahli Presiden Moeldoko Kunjungi Desa Nibung Siak Kecil

Dikatakannya, masyarakat juga semakin terbantu dengan adanya bantuan mesin pompa air, berikut perlengkapan seperti selang, dan lain-lain.

Dimana ini bisa digunakan sewaktu-waktu untuk menyiram lahan gambut, terlebih jika terjadi kebakaran.

Sementara itu Ketua Masyarakat Peduli Api Desa Bandar Sungai, Mahfud menjelaskan, masyarakat di desa tersebut rata-rata merupakan petani sawit dan karet.

Dulunya dibeberkan Mahfud, masyarakat sangat kesulitan stok air. Apalagi jika musim kemarau tiba, mereka terkadang terpaksa menggali tanah gambut sebagai tempat penampungan air.

"Kalau terjadi kebakaran lahan kita sulit mencari air. Memang kalau terbakar biasanya tidak terlalu luas, hanya 1 sampai 2 hektar saja," ucapnya.

Namun jika kebakaran cukup besar lanjut Mahfud, maka masyarakat akan berkoordinasi dengan pihak pemadam kebakaran yang ada di Kabupaten.

Walikota Dumai Zulkifli AS tengah memberi sambutan dihadapan Kastaf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko beserta undangan.
Walikota Dumai Zulkifli AS tengah memberi sambutan dihadapan Kastaf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko beserta undangan. (TribunPekanbaru/Syahrul)

Dijabarkan Mahfud, setiap Desa di Kecamatan Sabak Auh setidaknya punya 5 orang yang masuk ke tim Masyarakat Peduli Api (MPA). Mulai dibentuk sejak 2014, saat marak terjadi kebakaran lahan.

Antar desa, masyarakat mengintensifkan koordinasi. Satu sama lain terus memantau, dimana terjadi kebakaran lahan.

Dengan begitu mereka pun bisa cepat bertindak. Sehingga api bisa segera dipadamkan dan tidak meluas.(*)

JANGAN LUPA  Subscribe channel youtube official tribunpekanbaru, tonton video viral dan video terupdate setiap hari:

Subscribe Juga Akun facebook kami di:

 (*)


Penulis: Rizky Armanda
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved