Berita Riau

Syamsuar dan Edi Natar Awali Tugas Perdana Dengan Sholat Dhuha Bersama di Masjid Kantor Gubenur

kalau perlu dalam sehari itu, sampai dua, tiga kali diumumkan (penghematan listrik) melalui pengeras suara

Syamsuar dan Edi Natar Awali Tugas Perdana Dengan Sholat Dhuha Bersama di Masjid Kantor Gubenur
ISTIMEWA
Pelantikan Syamsuar dan Edy Natar Nasution sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Riau di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo Rabu 20 Februari 2019 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Gubenur dan Wakil Gubenur Riau, Syamsuar - Edi Natar Nasution mengawali tugasnya di Kantor Gubenur Riau dengan sholat dhuha bersama di Masjid Al Hidayah di Komplek Kantor Gubenur Riau, Jumat (22/2/2019).

Usai shalat Dhuha di Masjid Al Hidayah di Kompleks Kantor Gubenur Riau, Syamsuar langsung menuju ke Bandara SSK II Pekanbaru menyambut kedatangan Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko.

Sedangkan Edi Natar, mendapat tugas membuka seminar nasional Pekanbaru Annual Scientific Session 2019 di SKA Co Ex Pekanbaru.

"Tadi sampai sini (kantor Gubenur) setengah delapan (7.30), shalat di Masjid," kata Wakil Gubenur Riau, Edi Natar Nasution, Jumat (22/2/2019).

Baca: VIDEO: DIlantik Jadi Gubernur, Wakil Ketua DPRD Riau Sanjung Syamsuar dan Edi Natar

Baca: Hari Pertama Masuk Kerja, Edi Natar Tegur Pegawai Kantor Gubernur Yang Tak Kenakan Busana Melayu

Usai membuka seminar nasional Pekanbaru Annual Scientific Session 2019 di SKA Co Ex Pekanbaru, hari pertama masuk kantor, Edi Natar Nasution berkeliling kantor di Sekretariat Kantor Gubenur Riau. Satu per satu ruangan dirinya Sidak.

Didampingi Asisten 1, Ahmad Syah Harrofie, Edi Natar tampak geram saat melihat sejumlah ruangan yang menyalakan lampu dan pendingin ruangan secera berlebihan.

Bahkan ada beberapa ruangan yang sedang tidak digunakan dan tidak ada pegawainya, namun kondisi televisi, ac dan lampu dibiarkan menyala padahal didalam ruangan tersebut tidak ada orangnya.

"Harusnya ini kan bisa dikendalikan, kalau ruangan yang tidak sedang digunakan tidak kita hidupkan lampu dan ac-nya dan televisinya, berapa banyak yang bisa kita hemat," kata Edi Natar usai melakukan Sidak di sejumlah ruangan di Kantor Gubenur.

Temuan ini membuat Edi kesal. Pasalnya tindakan tersebut dinilainya sebagai bentuk pemborosan.

"Kemarin kan sempat rame, katanya kantor dinas sosial, perpustakaan diputus oleh PLN karena nunggak pembayaran listriknya. Setelah saya Sidak, ternyata benar, banyak hal-hal yang bisa kita efisiensi kan. Tadi saya lihat ada ruangan yang sedang tidak digunakan, televisinya dibiarkan hidup, AC-nya hidup, ini kan pemborosan namanya," ujarnya.

Baca: Listrik Diputus, Kepala Pustaka Soeman HS: Soal Uang Saya Nggak Ngerti

Baca: Nunggak Rp200 Juta, PLN Putus Listrik di Pustaka Soeman HS

Dengan adanya temuan ini, pihaknya meminta semua pegawai untuk melakukan penghematan terhadap penggunaan listrik.

"Nanti kita akan buatkan surat edaranya, dan disetiap apel pagi nanti diumumkan, kalau perlu dalam sehari itu, sampai dua, tiga kali diumumkan (penghematan listrik) melalui pengeras suara," sebutnya. (*)

JANGAN LUPA  Subscribe channel youtube official tribunpekanbaru, tonton video viral dan video terupdate setiap hari:

Subscribe Juga Akun facebook kami di:

 (*)
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved