Pertamina dan PLN di RU II Dumai Sepakat Lakukan Kerjasama

PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) II Dumai wujudkan sinergi BUMN bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Wilayah Riau dan Kepulau

Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan
Pertamina dan PLN Launching Kerjasama Bidang Pemanfaatan Listrik 

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) II Dumai wujudkan sinergi BUMN bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) terkait pemanfaatan listrik PLN di lingkungan Pertamina RU II.

Launching kerjasama dipimpin langsung oleh General Manager Pertamina RU II Nandang Kurnaedi dan turut disaksikan Senior Manager PLN WRKR Busran La Bintang di Kawasan Perumahan Pertamina Bukit Datuk, Kamis (21/2/2019).

Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang telah sebelumnya ditandatangani oleh Direktur Pengolahan Pertamina Budi Santoso Syarif bersama dengan Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman, di Kantor Pusat PLN di Jakarta, tanggal 2 Agustus 2018 lalu.

Dalam sambutannya Nandang menyatakan kerjasama antara Pertamina dan PLN di RU II Dumai tahap pertama ini ditandai dengan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) pada tanggal 6 Desember 2018.

Pada tahap awal, PLN memberikan layanan listrik untuk kawasan Bukit Datuk dengan daya 5540 kVA menggunakan tegangan menengah 20 KV.

Selain menghasilkan penghematan biaya penyediaan listrik, Nandang juga menyatakan kerjasama ini akan memberikan manfaat tambahan bagi kilang RU II yakni penuruan kebutuhan fuel oil yang sebelumnya digunakan untuk menghasilkan listrik, kini dapat diubah menjadi produk yang lebih bernilai seperti solar.

“Sebagai objek vital nasional yang memasok hingga 20 % kebutuhan energi nasional, kerjasma pemanfaatan listrik PLN ini menjadikan RU II Pertamina dapat lebih fokus melaksanakan operasional dan pemeliharaan Kilang,” ungkap Nandang.

Lebih lanjut Nandang menjelaskan, dari sisi efisiensi tentunya perpindahan pasokan listrik dari Kilang RU II ke PLN memberikan efek signifikan secara penghematan biaya. Menurutnya dengan penggunaan sumber listrik baru ini, penghematan biaya operasional bisa mencapai 1.6 Milyar per bulannya atau menurun hingga 25 %.

“Ke depannya, pemanfaatan listrik PLN ini akan kami lakukan pula di area perkantoran sehingga kami mengaharapkan PLN bisa terus mengembangkan jaringan dan kualitas listriknya sehingga pasokan listrik benar-benar handal dan dapat menunjang efisiensi operasional kilang,” tambah Nandang. (ksi/rls)

Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: kasri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved