Breaking News:

Calon DPD RI, Asyari Nur Bebas dari Jerat Pidana Pemilu

Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang memutuskan perkara pelanggaran Pemilu yang dilakukan Calon anggota DPD RI Asyari Nur tidak terkait pidana.

Penulis: Nasuha Nasution | Editor: Hendra Efivanias
Istimewa
Asyari Nur saat mendaftar sebagai Calon Anggota DPD RI Dapil Riau ke KPU, Selasa (24/4/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang sudah memutuskan perkara pelanggaran Pemilu yang dilakukan Calon anggota DPD RI Asyari Nur.

Dalam putusannya Asyari Nur dinyatakan hanya melanggar administrasi dan tidak ada pelanggaran pidana.

Kasus ini bermula saat Asyari Nur melakukan pelanggaran kampanye di rumah ibadah dengan menyelipkan stiker pada buku panduan ibadah.

Tidak puasa dengan putusan Hakim maka Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gakkumdu kemudian melakukan upaya banding.

Karena Bawaslu melihat ada pelanggaran disana sebagaimana yang terjadi di Gunung Kidul dan beberapa kasus lainnya.

"Kita lakukan upaya banding melalui JPU, karena kasus yang sama di daerah lain itu pidana, makanya kita banding," ujar Komisioner Bawaslu Riau, Gema Wahyu Adinata kepada Tribun, Selasa (26/2/2019).

Baca: Pelipatan Kertas Suara di KPU Bakal Diawasi Bawaslu

Baca: Para Caleg Diminta Simpan Semua Kwitansi Belanja Kampanye

Gema mengatakan, kampanye di tempat ibadah yaitu masjid dengan cara membagikan stiker yang diselipkan dalam buku panduan ibadah.

Merupakan pelanggaran dan melanggar pasal 280 ayat 1 huruf g dengan ancaman pidana di pasal 521.

"Yang jelas kita tunggu saja proses putusan nanti setelah banding, "ujar Gema.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved