Berita Riau

Pengamat Hukum Minta Kapolda Riau Buka SP3 15 Perusahaan yang Diduga Ikut Lakukan Pembakaran Hutan

Pengamat hukum UIR minta Polda Riau usut pelaku pembuat kabut asap, yang menyebabkan kondisi beberapa wilayah Riau mulai kembali diselimuti asap.

Pengamat Hukum Minta Kapolda Riau Buka SP3 15 Perusahaan yang Diduga Ikut Lakukan Pembakaran Hutan
Istimewa
Pengamat Hukum Pidana Universitas Islam Riau (UIR), Dr M Nurul Huda SH MH minta Polda Riau usut pelaku pembuat kabut asap, yang menyebabkan kondisi beberapa wilayah Riau mulai kembali diselimuti asap. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Pengamat Hukum Pidana Universitas Islam Riau (UIR), Dr M Nurul Huda SH MH minta Polda Riau usut pelaku pembuat kabut asap, yang menyebabkan kondisi beberapa wilayah Riau mulai kembali diselimuti asap.

Nurul Huda meminta kepada Kapolda Riau, agar pelaku pembakar hutan dan lahan saat ini diusut tuntas, baik pembakar lahan perorangan maupun korporasi ikut sengaja atau lalai, sehingga lahannya terbakar.

"Kebakaran hutan dan lahan ini sepertinya jadi musiman. akar dari kebakaran hutan dan lahan ini salah satunya ialah lemahnya penegakan hukum," kata Nurul Huda kepada Tribun melalui pernyataan tertulisnya, Kamis (28/2).

Baca: Tabligh Akbar Ustaz Abdul Somad di Inhil Riau, Masyarakat Pulau Kijang akan Ketemu UAS Siang Ini

Dikatakannya, penegakan hukum yang ketat dan keras perlu dilakukan agar kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi lagi. Sehingga menjadi efek jera bagi yang lainnya yang berniat sama, atau akan lebih hati-hati lagi bagi yang lalai.

"Kalau masih belum ada tindakan hukum, celah yang sama akan terjadi kembali, karena mereka menganggap tidak ada masalah. Tapi ketika hukum sudah ditegakkan, maka itu akan menjadi efek jera bagi yang lain," ujarnya.

Oleh karena itu, Doktor Hukum Pidana UIR ini meminta kepada Kapolda Riau untuk bentuk seriusnya adalah mengusut hingga tuntas pelaku-pelaku pembakar hutan dan lahan saat ini.

Baca: Kabar Duka, Nedi Gampo Seniman Minang Meninggal Dunia

"Jika perlu, Kapolda Riau saat ini bisa membuka SP3 lima belas perusahaan yang terdahulu, yang diduga ikut membakar hutan dan lahan, jika memang alat bukti cukup dan mendukung," imbuhnya.

Ditambahkan Nurul Huda, hal ini kesempatan emas bagi Kapolda Riau saat ini, jika ingin meninggalkan nama yang harum di bumi lancang kuning, dengan membuka kembali kasus-kasus hukum kebakaran hutan dan lahan yang melibatkan perusahaan ataupun perorangan. (Tribunpekanbaru.com/Alexander).

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Alex
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved