Berita Riau

Bukan Mi 8 Tapi Heli Jenis Kamov yang Tiba di Pekanbaru untuk Lakukan Water Bombing ke Pulau Rupat

Terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat mengirim bantuan satu unit heli type Kamov ke Riau. Heli dengan kapasitas 4.000 liter

Bukan Mi 8 Tapi Heli Jenis Kamov yang Tiba di Pekanbaru untuk Lakukan Water Bombing ke Pulau Rupat
Indomiliter
Helikopter Kamov milik BNPB 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemadaman kebakaran lahan di Riau melalui jalur udara terus diperkuat. Hingga saat ini sudah ada 4 helikopter yang dikerahkan untuk melakukan pengeboman air atau water bombing melalui udara. Yang terbaru, heli type Kamov berkapasitas 4.000 liter bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat.

"Posisi heli sudah di Pekanbaru, hari ini heli bantuan dari BNPB ini akan langsung diterbangkan untuk melakukan waterbombing ke wilayah Rupat," kata Kabid Kedaruratan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Gofur, Jumat (1/3/2019).

Kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di sejumlah daerah di Riau menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Bantuan peralatan dan personil untuk pemadaman api pun terus digulirkan ke Riau.

Baca: Baru Tiba di Pekanbaru, Heli MI 8 Berkapasitas 4 Ribu Liter Akan Melakukan Water Bombing ke Rupat

Baca: Hari Ini Petugas Lakukan 30 Kali Water Bombing, Kathutla di Dumai dan Bengkalis Sulit Dipadamkan

Terbaru, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat mengirim bantuan satu unit heli type Kamov ke Riau. Heli dengan kapasitas 4.000 liter tersebut tiba di Pekanbaru, Kamis (28/2/2018) malam.

"Iya benar, kita dapat bantuan satu unit heli untulk water bombing dengan kapasitas 4 ribu liter. Tadi malam sudah sampai di Pekanbaru. Heli ini akan digunakan untuk melakukan waterbombing di lahan yang saat ini masih terbakar. Salah satunya ada di Rupat," kata Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau yang juga Asisten 1 Setdaprov Riau, Ahmad Syah Harrofie, Jumat (1/3/2019) pagi.

Kepala Seksi Penyelamatan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat, Roslin Lamtarida, Rabu (27/2/2019) mengungkapkan, selain heli type MI 8 dengan kapasitas 4.000 liter, sejauh ini BNPB sudah lebih duluan mengirinkan satu unit heli untuk kebutuhan Tekonologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau penyemaian garam di awan.

Baca: VIDEO: Helikopter Water Bombing Diistirahatkan, Pemadaman Karhutla Dimaksimalkan Melui Satgas Darat

"Yang untuk TMC sudah duluan, ada satu unit, terus dulu satu heli lagi, tapi rusak, tidak dipakai, ada di Pekanbaru," katanya.

Gubenur Riau, Syamsuar menginstruksikan kepada sleuruh tim Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) agar mengaktifkan Pos Komando Utama Karhutla di Komplek Lanud Roesmin Nurjadin selama 24 jam.

"Saya minta Posko ini standby 24 jam mulai sekarang. Nanti petugas juga disiapkan disini, sehingga nanti kalau ada informasi yang dibutuhkan bisa lewat Posko ini," kata Syamsuar usai memimpin rapat Koordinasi Satuan Tugas Pos Komando Penanganan Karhutla di Komplek Lanud Roesmin Nurjadin, Rabu (27/2/2019).

Helikopter sewaan dari BNPB bersiaga di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Kamis (3/9/2015). Helikopter untuk water bombing diharapkan membantu tim darat yang bertugas mencari dan memadamkan titik api di Provinsi Riau.
Helikopter sewaan dari BNPB bersiaga di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Kamis (3/9/2015). Helikopter untuk water bombing diharapkan membantu tim darat yang bertugas mencari dan memadamkan titik api di Provinsi Riau. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY)

Selain itu, Pemprov Riau juga sudah menyiapkan anggaran untuk penanganan Karhutla di Riau. Anggaran tersebut ada di Dinas Kehutanan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved