Pekanbaru

Guru Sertifikasi Bakal Gelar Aksi, Sekda Pekanbaru Sebut Bisa Kena Tindakan Disiplin

Ribuan guru di Kota Pekanbaru ancam bakal menggelar aksi pada awal pekan depan.

Guru Sertifikasi Bakal Gelar Aksi, Sekda Pekanbaru Sebut Bisa Kena Tindakan Disiplin
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Perwakilan guru di Kota Pekanbaru mendatangi Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Kamis (28/2/2019). Mereka mengeluhkan tidak lagi memperoleh tunjangan pendapatan pada tahun 2019 ini. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Ribuan guru di Kota Pekanbaru ancam bakal menggelar aksi pada awal pekan depan.

Para guru SD dan SMP bakal menyampaikan tuntutan agar pemerintah tetap memberi tunjangan profesi bagi para guru sertifikasi.

Saat ini tercatat 3000 orang guru yang bersertifikasi terancam tidak lagi menerima tunjangan profesi. Pasca terbitnya Peraturan Walikota (Perwako) Pekanbaru No.9 tahun 2019.

Pasal 9 ayat 8 pada perwako itu menyebutkan bahwa guru bersertifikasi tidak memperoleh tunjangan profesi.

Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Muhammad Noer MBS menanggapi santai rencana aksi para guru. Ia tidak melarang para guru untuk menyampaikan aspirasinya. Ia mempersilahkan para guru menggelar aksi.

Baca: Ketika 3 Kiper Legendaris Manchester United Dibandingkan, Beginilah Jawaban Ole Gunnar Solskjaer

Noer mengingatkan para guru yang bakal aksi adalah Aparatur Sipil Negara (ASN). Pemerintah kita bisa memproses para guru yang ikut aksi. Mereka bisa kena tindakan disiplin.

"Mereka itu ASN kan, bisa saja kita kita kaji kedisiplinannya," tegasnya kepada Tribun, Jum'at (1/3/2019).

Noer tetap mengingatkan para guru yang sertifikasi tidak terlalu menuntut banyak. Ia menyebut pemerintah kota harus menegakkan aturan yang ada. Ia sangat menyangkan para guru membandingkan regulasi tunjangan profesi di Pekanbaru dengan daerah lain.

"Ini di Pekanbaru, harus ikuti aturan baru. Kalau tidak mau ikut yang bisa pindah saja ke daerah lain," terangnya.

Kordinator Perwakilan Guru SD dan SMP Pekanbaru, Zulfikar Rahman menyebut ada ribuan guru bakal menggelar aksi di depan Kantor Walikota Pekanbaru.

Guru sertifikasi menggelar aksi bila pemerintah tidak menanggapi tuntutan terhadap tunjangan profesi yang dihapus pada tahun 2019.

Baca: Emosi Dibilang Miskin, Zainal Gunting Tas Luis Vuitton Harga Rp 98 Juta di Depan Penjaga Toko

Aksi tidak cuma berlangsung di Kantor Walikota Pekanbaru. Mereka berencana menggelar aksi di Kantor DPRD Kota Pekanbaru. Mereka menggelar aksi hingga ada solusi dari permasalahan ini.

"Bila tidak dapat tanggapan, kami bakal gelar aksi lanjutan di Kantor DPRD Kota Pekanbaru," ulasnya.(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang).

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Fernando
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved