Rokan Hulu

VIDEO: Sejumlah Kafe Tutup Saat Razia Tim gabungan di Kecamatan Rambah Rokan Hulu

AKP Supriyana mengaku, dalam memberantas Penyakit Masyarakat‎ atau Pekat, harus dilakukan secara terus menerus, sehingga kegiatan masyarakat

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN- Demi memberantas penyakit masyarakat (Pekat), serta menjaga ketertiban umum, Personel gabungan Polres Rokan Hulu (Rohul) menggelar Operasi Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD) di Jalan Lingkar Pasirpangaraian, kecamatan Rambah pada Sabtu malam (2/2/2019).

Dimana, Pada operasi melibatkan personel dari Satuan Binmas, Satuan Reserse Narkoba, Satuan Reskrim, Satuan Sabhara, satuan intel dan Satuan Lantas‎ Polres Rohul, polisi mendatangi empat warung remang-remang atau kafe di sekitaran Jalan Lingkar Kilometer 2 Pasirpangaraian.

Kasat Binmas Polres Rokan Hulu AKP Supriyana mengungkapkan, Ops K2YD melibatkan personel gabungan atas perintah Kapolres Rohul AKBP Muhammad Hasyim Risahondua.

AKP Supriyana mengungkapkan, saat operasi, tiga dari empat kafe diketahui tutup, sedangkan satu kafe lagi lampu menyala, namun polisi tidak menemukan ada aktivitas atau pengunjung dan minuman keras di lokasi ini.

Baca: 6 Kali Cabuli Anak SD Umur 7 Tahun, Pekerja Kebun di Rokan Hulu Riau Ditangkap

Baca: Diduga Cemari Lingkungan, Polres Rohul Panggil Menejemen PKS PT MAN Rokan Hulu

Baca: TRIBUN WIKI: Benteng Tujuh Lapis Rokan Hulu, Saksi Sejarah Perlawanan kepada Penjajah

Baca: Gubernur Syamsuar Ungkap Wilayah Seperti Ini yang Jarang Terjadi Kebakaran Lahan di Riau

Baca: Video Live Streaming Arema FC Vs Barito Putera, Piala Presiden 2019, Siaran Langsung Indosiar

Diakuinya, dari kafe milik pria bernama Ucok ini, personel gabungan memintai keterangan dan mendata pemilik serta empat wanita yang ada di kafe tersebut.

"Ada satu kafe yang dibuka, tapi tidak ada kedapatan minuman keras disitu," terangnya, didampingi AKP Masjang Effendi.

AKP Supriyana mengaku, dalam memberantas Penyakit Masyarakat‎ atau Pekat, harus dilakukan secara terus menerus, sehingga kegiatan masyarakat ini tidak menimbulkan hal yang lain.

‎"Kapan saja yang meresahkan masyarakat, baik tuak, bir, bir hitam dan semuanya yang bisa memancing menjadi lingkungan yang tidak aman harus ditertibkan," sebutnya.

Dirinya mengimbau, masyarakat Rohul, khususnya masyarakat di Pasirpangaraian‎ untuk tidak mengunjungi tempat-tempat negatif, demi untuk keselamatan dan keamanan bersama.

"Biarpun itu gimana juga menjadi larangan agama dan peraturan-peraturan pemerintah yang berlaku di Kabupaten Rokan Hulu ini," pungkasnya. (Tribunrohul.com/Donny Kusuma Putra)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved