Siak

Perjuangan Ismaya, Sempat Gagal di SKD hingga Sukses Terima SK CPNS 2018

Ismaya (26) akhirnya tersenyum bahagia usai terima SK. Peserta CPNS 2018 ini sempat gagal passing grade pada tes awal.

Perjuangan Ismaya, Sempat Gagal di SKD hingga Sukses Terima SK CPNS 2018
istimewa
Sri Siti Ismaya tersenyum saat berfoto dengan ayahnya Yuzarman sembari memperlihatkan SK pengangkatannya menjadi CPNS hasil tes CPNS 2018 lalu, Selasa (5/3/2019) di rumahnya, kampung Parit Baru, Siak. 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK-

"Pelaut ulung tidak dilahirkan dari laut tenang". Pepatah heroik itu menjadi daya gedor seorang Ismaya (26), peserta CPNS 2018 yang lulus setelah pernah gagal passing grade pada tes awal.

Kini, air mata yang pernah tumpah dulu berbuah senyum manis. Dara bernama lengkap Sri Siti Ismaya itu sempat putus asa. Passing gradenya tidak tercapai pada ambang batas Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) tes CPNS 2018 lalu. Tetapi kegagalan peserta lain pada seleksi yang sama membuatnya merasa mendapat darah baru.

"Sampai sekarang, rasanya tidak percaya saya menjadi bagian dari ASN. Karena pada saat saya mengikuti test SKD, saya gagal. Sempat nangis dan sedih setelah mengetahui nilai SKD saya tidak mencapai passing grade," kata putri ketiga dari pasangan Yuzaman dan Suriati itu seusai menerima SK pengangkatannya menjadi CPNS, Senin (4/3/2019).

Ia lulusan STIKES Hang Tuah Pekanbaru pada 2013 lalu, dari jurusan DIII Perekam Medik dan Informatika Kesehatan. Ia lulus CPNS 2018 dengan formasi kesehatan jabatan perekam medis terampil, pada unit kerja UPTD RSUD Tengku Rafian, Siak. Senin (4/3/2019) kemarin, senyum menggantung di bibirnya tak pernah lepas, karena gembira telah menerima SK pengangkatannya menjadi CPNS.

Ia mengenang perjuangan mengikuti tes CPNS 2018 yang begitu mengharu biru. Awalnya batinnya memberontak karena gagal SKD. Padahal ia merasa usahanya untuk menguasai kemungkinan soal-soal tes sudah sangat maksimal. Ia belajar siang malam, setiap waktu yang dimiliki.

"Selepas subuh sebelum masuk kerja dan selepas pulang kerja juga saya belajar sampai larut malam," kata dara yang tinggal di Parit Baru, Siak itu.

Ia pelajari buku-buku sumber untuk menjadi CPNS serta belajar CAT dari BKN. Hasilnya ternyata sia-sia. Apalagi ia harus membagi waktu untuk bekerja di pelayanan kesehatan sebagai honorer di RSUD Tengku Rafian Siak. Waktu itu RSUD Siak sedang gencar-gencarnya pula mempersiapkan akreditasi. Dia sendiri tergabung dalam tim untuk mencapai akreditasi itu.

"Saya merasa putus asa waktu itu, karena nilai TKP hanya 121, sedangkan untuk nilai TWK dan TIU saya mencapai passing grade 85. Saya menangis setelah mengetahui hanya TKP yang tidak mencapai target, saya sempat terpuruk," kenang dia.

Namun kedua orangtuanya terus memberi motivasi. Ayahnya sempat mengatakan kepadanya agar terima saja takdir tersebut dengan ikhlas seusai berupaya keras.

Halaman
123
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved