Kampar

Pohon Jeruk Petani di Kampar DISERANG HAMA JAMUR, Produksi Menurun 50 Persen dan Pohon Jeruk Mati

Pohon jeruk petani di Kuok, Kampar, Riau diserang hama jamur, produksi menurun 50 persen dan pohon jeruk banyak yang mati, petani beralih tanam jambu

Pohon Jeruk Petani di Kampar DISERANG HAMA JAMUR, Produksi Menurun 50 Persen dan Pohon Jeruk Mati
Tribun Pekanbaru/Ikhwanul Rubby
Pohon Jeruk Petani di Kampar DISERANG HAMA JAMUR, Produksi Menurun 50 Persen dan Pohon Jeruk Mati 

Pohon Jeruk Petani di Kampar DISERANG HAMA JAMUR, Produksi Menurun 50 Persen dan Pohon Jeruk Mati

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Pohon jeruk petani di Kuok, Kampar, Riau diserang hama jamur, produksi menurun 50 persen dan pohon jeruk banyak yang mati, petani beralih tanam jambu.

Kabupaten Kampar terkenal sebagai salah satu sentra penghasil buah jeruk sejak lama dari Riau.

Kecamatan Kuok jadi salah satu daerah di kabupaten tersebut memiliki lahan perkebunan jeruk yang luas.

Baca: TATO BUNGA Cantik dan TATO Lambang INFINITY Awkarin atau Karin Novilda, Gimana Menurut Anda?

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru, Jadi Duta FMIPA dan Suka Berpantun, Dipanggil Dayang Cermai

Baca: Rp 4,725 Miliar GAJI GURU HONOR di Riau Belum Dibayarkan, Guru Honor Provinsi dan Kabupaten Menjerit

Namun cerita tersebut kini hanya sekedar menjadi sebuah cerita lama untuk daerah tersebut.

Sejak setahun belakangan jumlah kebun petani jeruk terus berkurang di daerah Kecamatan Kuok.

Menanam jeruk yang menjadi primadona sumber pencarian dan penghasilan bagi warga di daerah tersebut kini sudah tidak lagi menjadi primadona.

Banyak lahan perkebunan jeruk sudah berkonversi menjadi lahan perkebunan lainnya ataupun nganggur saat ini di daerah tersebut.

Hal ini terjadi karena serangan hama bagi tanaman jeruk sejak setahun belakangan di Kabupaten Kampar.

Serangan hama berupa jamur pada pohon jeruk ini membuat produksi buah merosot dan tak dirasa tak menguntungkan lagi bagi petani.

Seorang petani jeruk di Kecamatan Kuok, Tawin kepada Tribunpekanbaru.com pada Jumat (8/3/2019) mengaku sudah tiga tahun terakhir berkebun jeruk.

Pohon Jeruk Petani di Kampar DISERANG HAMA JAMUR, Produksi Menurun 50 Persen dan Pohon Jeruk Mati
Pohon Jeruk Petani di Kampar DISERANG HAMA JAMUR, Produksi Menurun 50 Persen dan Pohon Jeruk Mati (Tribun Pekanbaru/Ikhwanul Rubby)

Selama setahun terakhir hasil produksi kebunnya merosot karena terserang hama.

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru, Jadi Duta FMIPA dan Suka Berpantun, Dipanggil Dayang Cermai

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru, Prihatin Lihat Siswa Merokok dan Remaja Terlibat Pergaulan Bebas

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru Raih Nilai Tertinggi ASEAN Regional English Mathematics Science

Dikebun miliknya Tawin menanam ada lebih dari 50 batang pohon jeruk yang pada saat kondisi tanaman baik mampu menghasilkan satu pohon mencapai 20 kilogram saat panen.

Namun karena hama yang menyerang produksi jeruk per batang pohon hanya mampu menghasilkan 10 kilogram bahkan hanya 5 kilogram perbatang pohon.

"Jumlah hasil produksi hanya sebanyak itu tentu tidak menguntungkan jika dihitung biaya perawatan," katanya.

Menurutnya hama yang menyerang tanaman jeruk tersebut hingga saat ini tiada obatnya.

Bahayanya lagi tanaman bisa mati karena hama tersebut.

Yang paling tidak mengenakkan langkah yang mesti diambil untuk penanganan ini yakni dengan memusnahkan seluruh batang pohin dengan cara dibakar.

"Pilihan penanganan ini macam makan buah simalakama. Dibiarkan rugi, dilakuin juga rugi," ucapnya.

Pohon Jeruk Petani di Kampar DISERANG HAMA JAMUR, Produksi Menurun 50 Persen dan Pohon Jeruk Mati
Pohon Jeruk Petani di Kampar DISERANG HAMA JAMUR, Produksi Menurun 50 Persen dan Pohon Jeruk Mati (Tribun Pekanbaru/Ikhwanul Rubby)

Sudah banyak pohon jeruk yang ditanamnya mati karena hama tersebut yang bersifat menular.

Menurut pria beranak satu ini, tidak perkebunannya saja yang terkena serangan hama, tetapi juga dialami perkebunan jeruk petani lainnya.

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Sawahlunto Merantau di Pekanbaru, Bekerja di BUMN, Berbisnis Make Up Artis

Baca: KISAH Cewek Cantik Berdarah Biru atau Bangsawan Asal Riau, Jualan Kue dan Roti

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru Jadi Duta Lingkungan, Belajar Membuat Pupuk Kompos dari Sampah

Banyak dari petani yang merugi mengkonversi tanaman perkebunannya menjadi perkebunan jambu ataupun lainnya.

Separah itu kondisinya hingga saat ini belum ada dirasakan perhatian dari pemerintah.

Sementara tidak sedikit petani menjadikan berkebun jeruk menjadi penghasilan utama.

Saat ini dari perkebunan jeruknya hanya tersisa batang-batang pohon jeruk yang daunnya sudah berguguran dan batang yang berjamur.

Hal yang sama juga dirasakan seorang petani bernama Hendri di Kecamatan Kuok.

Ia mengaku sudah tidak lagi menanam jeruk karena 100 batang pohon yang ditanamnya mati karena serangan hama jamur.

Hendri mengaku tidak bisa berbuat apa-apa ketika salah satu batang jeruknya diserang hama.

Karena tidak tau mau berbuat apa terhadap serangan hama tersebut, seluruh batang jeruk yang ditanamnya terjangkit hama dan mati sekitar lima bulan yang lalu.

Karena dirinya menggantungkan penghasilan dari menanam dan menjual jeruk selama ini, dirinya memilih untuk mengkonversi tanaman di perkebunannya dari jeruk menjadi menanam jambu.

Dahulunya hasil dari menanam dan menjual jeruk dirinya mampu mencukupi kebutuhan keluarganya yang terdiri dari tiga anak dan istri serta dirinya.

Baca: KISAH Cewek Cantik Tinggi Semampai Asal Duri Merantau di Pekanbaru, Kuliah dan Berbisnis Online

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru Bahagiakan Orangtua, Jadi Guru Private Hingga Business Woman

Baca: KISAH Cewek Cantik Berhijab Asal Pekanbaru, Suka Menulis Tentang Lingkungan dan Teroris

Namun semenjak hama menjangkiti tanamannya hasil jualan jeruk sudah tidak mencukupi lagi.

"Alhamdulillah jambu yang saya tanam saat ini sudah menghasilkan dan menjadi pemasukan utama keluarga," ucapnya.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kampar, Hendry Dunan beberapa waktu lalu mengungkapkan, penyakit yang menyerang tanaman jeruk di Kecamatan Kuok dikenal dengan nama Diplodia.

Lama dahulu sekali penyakit atau hama ini juga menyerang perkebunan jeruk di Kecamatan Kuok.

Kejadian yang terjadi masa ini mengulang runtuhnya kejayaan Jeruk Kuok yang pernah ada dahulu.

"Ini merupakan penyakit yang menghancurkan Jeruk Kuok tahun 80 itu," katanya.

Diplodia memang penyakit utama pada tanaman Jeruk.

Penyakit ini menyerang hampir semua bagian tanaman dan bisa menular ke tanaman jeruk lain.

Hendry mengatakan upaya penanganan yang bisa dilakukan untuk membasmi penyakit ini hanya dengan eradikasi atau pemusnahan total tanaman yang terserang penyakit ataupun seluruh tumbuhan inang untuk membasmi suatu penyakit.

Baca: Pusat Pengembangan Sumber daya Wanita (PPSW) Sumatera Kunjungi KPU Riau

Baca: VIDEO: LINK STREAMING Arsenal vs MU, BIG MATCH Premier League 2019, Minggu (10/3/2019) LIVE RCTI!

Baca: Tunggu Instruksi KPU RI. KPU Riau Belum Lakukan Pelipatan Surat Suara

Diakuinya penanganan hama tersebut menggunakan obat bukanlah cara yang tepat.

Ia juga menambahkan eradikasi tidak cukup hanya dilakukan untuk tanaman yang terjangkit saja, tetapi juga pada tanaman yang belum terjangkit.

Tanaman sekitar yang berkemungkinan sudah terkena wabah pada radius tertentu, juga perlu dihitung.

Pohon Jeruk Petani di Kampar DISERANG HAMA JAMUR, Produksi Menurun 50 Persen dan Pohon Jeruk Mati. (Tribunpekanbaru.com/Ikhwanul Rubby)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved