Breaking News:

Inhu

KPU Inhu Bongkar 846 Kotak Suara Pilgub Riau

Saat ini KPU Inhu hanya bisa melakukan pembongkaran. Surat suara yang dikeluarkan tersebut belum bisa dimusnahkan.

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru/Bynton Simanungkalit
Ketua KPU Inhu, Yenni Meirida menerangkan soal pencoblosan saat Pemilu 2019 kepada masyarakat Talang Mamak di Desa Talang Perigi, Kecamatan Rakit Kulim, Inhu pada Sabtu (9/3/2019). 

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indragiri Hulu (Inhu) membongkar 846 kotak suara Pemilihan Gubernur Riau (Pipgubri) beberapa waktu lalu.

Selain KPU Inhu, pembongkaran itu juga disaksikan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Inhu dan perwakilan Polres Inhu.

Ketua KPU Inhu, Yenni Mairida yang dikonfirmasi mengatakan saat ini KPU Inhu hanya bisa melakukan pembongkaran. Surat suara yang dikeluarkan tersebut belum bisa dimusnahkan.

"Ada 846 kotak suara yang kita bongkar yang berisi 276.687 surat suara pada Pilgubri tahun 2018 lalu," kata Yenni, Minggu (10/3/2019).

Rencananya, usai pembongkaran akan dilanjutkan dengan pemusnahan.

Baca: Akibat Kesulitan Anggaran, CPNS Inhu Riau Tidak Dapat Tunjangan Jabatan

Baca: Soal Kelebihan Bayar, Sekretaris DPRD Inhu Sebut Baru 5 Anggota DPRD Inhu Riau yang Mengembalikan

Baca: Tiga Hari Pemadaman di Kuala Cenaku, KPBD Inhu Riau Catat 2 Hektar Lahan Milik Masyarakat Terbakar

Namun Yenni menjelaskan bahwa pemusnahan itu akan dilakukan setelah adanya izin dari KPU RI. Sehingga sementara ini surat suara yang dikeluarkan disimpan di dalam gudang KPU Inhu.

Yenni menjelaskan baru-baru ini, tepatny pada Sabtu (9/3/2019) kemarin KPU Inhu melakukan sosialisasi terhadap komunitas adat Talang Mamak di Desa Talang Perigi, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Inhu.

"Selama ini daerah pedalaman di Kabupaten Inhu yang dihuni oleh suku Talang Mamak, sangat minim mendapatkan informasi termasuk dalam pelaksanaan pesta demokrasi di Indonesia," kata Yenni.

KPU Inhu bersama Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) Rakit Kulim sudah dua kali melaksanakan sosialisasi langsung ke daerah tersebut, namun kali ini terkait penyelenggaraan.

"Sosialisasi ini dilaksanakan bersamaan dengan acara adat gawai atau adat pernikahan yang ditaja oleh anggota masyarakat Talang Mamak di desa tersebut," kata Yenni.

Kedatangan rombongan Ketua KPU beserta komisiomer KPU Inhu lainnya, yakni Risman dan Fitra Rovi disambut oleh PPK, Kepala Desa (Kades) Talang Perigi, Rudi Hartono dan Batin Tumin.

Pada kesempatan itu, Yenni menyampaikan bahwa KPU Inhu terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyelenggaraan Pemilu 2019.

Baca: Wakil Rakyat di Riau Belum Kembalikan DANA KELEBIHAN BAYAR, Ketua DPRD Inhu: Hutang Harus Dibayar

Baca: Dua Guru Inhu Riau Dapat Penghargaan dari Kemendikbud Studi Banding ke Dua Negara

"Suku Talang Mamak merupakan salah basis marginal yang disasar oleh KPU Inhu," katanya.

Saat menyampaikan materi, Yenni berkata masyarakat Talang Mamak memberikan respon yang baik atas materi yang disampaikan.

Materi yang disampaikan terdiri hari pelaksanaan Pemilu serentak 2019, jenis dan warna surat suara, serta cara mencoblos yang benar.

"Cukup banyak pertanyaan yang di lontarkan, Misalnya bagaimana cara mereka memilih, sementara mereka tidak bisa tulis baca, boleh tidak petugas menolong kami untuk mencoblos, dan boleh tidak di temani sampai ke bilik suara," katanya.

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Pada kesempatan itu, Komisioner KPU Inhu membantu masyarakat Talang Mamak dengan menjawab seluruh pertanyaan yang disampaikan. (Tribuninhu.com/Bynton Simanungkalit)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved