Berita Riau

CEWEK CANTIK Pekanbaru Kampanye Stop Bullying pada Anak, Miris Melihat Kasus Bullying di Sekolah

Cewek cantik Pekanbaru, kampanye Stop Bullying pada anak, miris melihat kasus bullying di sekolah, terpilih jadi Duta Remaja Riau 2017

CEWEK CANTIK Pekanbaru Kampanye Stop Bullying pada Anak, Miris Melihat Kasus Bullying di Sekolah
Tribun Pekanbaru/Instagram.com
CEWEK CANTIK Pekanbaru Kampanye Stop Bullying pada Anak, Miris Melihat Kasus Bullying di Sekolah 

CEWEK CANTIK Pekanbaru Kampanye Stop Bullying pada Anak, Miris Melihat Kasus Bullying di sekolah

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Cewek cantik Pekanbaru, kampanye Stop Bullying pada anak, miris melihat kasus bullying di sekolah, terpilih jadi Duta Remaja Riau 2017.

Bullying dalam Bahasa Indonesia adalah penindasan atau perundungan atau perisakan, yang artinya penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain.

Perilaku bullying ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik dan berakibat tekanan mental terhadap korban bullying.

Baca: Warga Tulis SURAT TERBUKA kepada Bupati Kepulauan Meranti, Isinya Tentang Penderita TUMOR MATA

Baca: ALAT PERAGA KAMPANYE Dipasang di Fasilitas Umum, Bawaslu Bengkalis Minta Peserta Tertibkan

Baca: PEMESANAN Oppo F11 Pro di Pekanbaru Dibuka, Ini Harganya, Oppo Store Mal Pekanbaru Sediakan Hadiah

Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan.

CEWEK CANTIK Pekanbaru Kampanye Stop Bullying pada Anak, Miris Melihat Kasus Bullying di Sekolah
CEWEK CANTIK Pekanbaru Kampanye Stop Bullying pada Anak, Miris Melihat Kasus Bullying di Sekolah (Tribun Pekanbaru/Instagram.com)

Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan cyber.

Budaya penindasan dapat berkembang di mana saja selagi terjadi interaksi antar manusia, dari mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan lingkungan.

Nah, kisha cewek cantik bernama lengkap Tabitha Naeema Christy ini bermula ketika ia miris melihat kasus bullying yang terjadi di sekolah-sekolah atau lingkungan di Pekanbaru.

Gadis cantik berusia 18 tahun ini sering mengkampanyekan stop bullying kepada anak-anak, remaja, dan orang dewasa.

CEWEK CANTIK Pekanbaru Kampanye Stop Bullying pada Anak, Miris Melihat Kasus Bullying di Sekolah
CEWEK CANTIK Pekanbaru Kampanye Stop Bullying pada Anak, Miris Melihat Kasus Bullying di Sekolah (Tribun Pekanbaru/Instagram.com)

Sosialisasi dan penyuluhan terkait persoalan perilaku remaja dan pendidikan selalu dilakukan Bitha, demikian ia akrab dipanggil, sejak terpilih menjadi Duat Remaja Riau tahun 2017 silam.

Halaman
123
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved