Pemain Asing PSM, Marc Anthony Klok, Ingin Cepat Jadi WNI

Pemain asing PSM Makassar asal Belanda, Marc Anthony Klok, mengaku tak sabar menunggu proses naturalisasinya menjadi WNI selesai.

Pemain Asing PSM, Marc Anthony Klok, Ingin Cepat Jadi WNI
antara
Marc Anthony Klok

tribunpekanbaru.com - Pemain gelandang andalan PSM Makassar asal Belanda, Marc Anthony Klok, mengaku tidak sabar menantikan tuntasnya proses naturalisasi yang tengah ia jalani untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Hal itu dilandasi keinginan besarnya untuk memperkuat tim nasional Indonesia.

“Saya sudah tanya semua orang, saya tunggu naturalisasi sekarang, saya ada proses dan kita tunggu naturarilasasi selesai. Saya mau naturalisasi dan saya mau bermain dengan timnas, saya cinta Indonesia saya mau kembali loyalitas saya dengan Indonesia,” tutur Klok.

“Progres sekarang saya belum tahu, tapi sudah hampir selesai. Mungkin masih satu atau dua dokumen lagi yang masih harus dilengkapi,” terangnya sebelum laga PSM melawan Lao Toyota, yang berakhir dengan skor 7-3 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Rabu (13/3).

Klok menambahkan, alasan utamanya ingin mendapat status warga negara Indonesia (WNI) yaitu kecintaannya terhadap negara ini. Pemain kelahiran Amsterdam, 20 April 1993 itu juga ingin menjadi mentor untuk para pemain muda jika bisa masuk skuat timnas Indonesia.

Untuk itu, Klok memutuskan belajar Bahasa Indonesia secepat mungkin di sebuah perguruan tinggi. Ia mengaku memiliki kendala, terutama dari dialek yang berbeda di setiap daerah di Indonesia.

“Alasan utama karena saya cinta negara ini, momen pertama ketika saya tiba disini, mereka semua sangat ramah. Saya masih muda, 25 tahun. Saya ingin berada di sini untuk menjadi contoh bagi para pemain muda, dan mereka bisa melihat apa yang sudah saya capai di sini dan mereka bisa menggapainya sendiri,” beber Klok.

“Saya harus komunikasi dengan teman, pemain, asisten pelatih, juga dengan orang lain. Saya mau belajar yang cepat. Sekarang saya bisa belajar dan mengerti, tapi masih harus pelan-pelan. Ada banyak dialek di Indonesia. Sekarang dialek Makassar mudah untuk saya, tapi jika orang Jakarta tanya saya, maka harus tanya pelan-pelan,” katanya lagi. (rin)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved