Opini

Menuju Pencoblosan 17 April 2019, Pemilu Terpanas Sepanjang Sejarah Indonesia

Hari-hari ini, menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 pada 17 April mendatang, masyarakat merasakan suhu politik yang terus meningkat.

Menuju Pencoblosan 17 April 2019, Pemilu Terpanas Sepanjang Sejarah Indonesia
TRIBUNWOW.COM
Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno, Pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2019 

Masyarakat pun terbelah ke dalam dua kubu. Terjadi polarisasi yang tajam di masyarakat, sebagai lanjutan dari panasnya Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada 2017 lalu.

Menurut saya, Indonesia belakangan sudah tidak demokrasi lagi. Yang terjadi, DEMOKRASI UNTUK DIJUAL. Membayar pemilih untuk mendapatkan suara.

Hal ini banyak terjadi dalam pemilihan kepala daerah. Begitu pula dalam pemilihan calon anggota legislatif yang notabene adalah wakil rakyat di parlemen.

Fenomena ini makin mengemuka dalam perhelatan demokrasi kita belakangan ini.

Pada pemilu tahun ini, yang memperebutkan kekuasaan sesungguhnya bukanlah capres dan cawapres yang sedang mencalonkan diri. 

Tetapi kader-kader atau elite politik yang berada di belakang mereka. Itu terjadi  dari kedua belah pihak. Berusaha mati-matian untuk memenangkan jagoan mereka, kalau perlu dengan segala cara. 

Lalu, memanen ‘untung’ ketika sang jagoan memenangkan perhelatan dan duduk di kursi kekuasaan.  Bisa berupa bagi-bagi proyek atau menduduki jabatan-jabatan strategis dan ‘basah’.

Dengan begitu, menurut saya, Indonesia sudah lebih mengarah ke oligarki. Dan bukan lagi mengarah ke Demokrasi yang diinginkan. (*)

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved