Orang Gila yang Punya Hak Suara Hanya Dibimbing ke TPS, Nyoblos Sendiri!

Orang Gila yang Punya Hak Suara Hanya Dibimbing ke TPS, Nyoblos Sendiri!

Orang Gila yang Punya Hak Suara Hanya Dibimbing ke TPS, Nyoblos Sendiri!
Internet
Orang Gila yang Punya Hak Suara Hanya Dibimbing ke TPS, Nyoblos Sendiri! 

Orang Gila yang Punya Hak Suara Hanya Dibimbing ke TPS, Nyoblos Sendiri!

TRIBUNPEKANBARU.COM- Pemilu tanggal 17 April 2019 nanti akan ada pemilih dari orang gila yang dinilai layak untuk memilih sesuai dengan pemeriksaan dokter ahli.

Nah, mereka yang dengan gangguan jiwa tersebut tidak akan didampingi saat melakukan pemilihan atau ke bilik suara.

Dengan demikian, pemilih orang gila akan melakukan pemilihan sendiri termasuk mencoblos di bilik suara.

Baca: Meski Diselimuti Kabut Asap, Tim Aerobatik Jupiter TNI AU Sapa Langit Pekanbaru

Baca: VIDEO: Jadwal Live Streaming Persija Jakarta vs Kalteng Putra, Babak 8 Besar Piala Presiden 2019

Baca: Anggaran Belum Cair BNK Kampar Riau Belum Maksimal Tangani Penyebaran Narkoba

Baca: Porwil 2019 Bengkulu Ditetapkan Tandingkan 11 Cabor dengan 171 Nomor

Hal ini disampaikan oleh Kepala Humas Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Surakarta, Totok Hardiyanto saat ditemui di kantornya, Rabu (20/3/2019).

"Pengawalan ke arah TPS-nya, begitu nyoblos ya sendiri. Dokter sudah bilang bisa kok, dan memilihnya bisa," kata Totok. Para pasien ini dinilai bisa menentukan pilihannya tanpa bantuan orang lain di dalam bilik suara.

Sebab, secara fisik mereka tidak memiliki kendala seperti tunanetra atau tunadaksa yang membutuhkan pendampingan orang lain atau fasilitas khusus.

Namun, pengawalan dan penjagaan tetap akan dilakukan oleh pihak rumah sakit untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, pihak rumah sakit juga telah menyiapkan trik tersendiri untuk melancarkan Pemilu 2019 pada 17 April nanti.

"Misal ini ada 16 bangsal, ya nanti bangsal apa dulu diantar bareng-bareng terus dimonitor. Kan kami juga memikirkan unpredictable-nya. Jangan-jangan nanti kalau lari, kalau apa. Jadi gantian, begitu selesai ganti bangsal lain," ujarnya.

Bagaimanapun, keselamatan dan keamanan pasien menjadi tanggung jawab rumah sakit kepada pihak keluarga pasien.

Halaman
12
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Info Komputer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved