Breaking News:

Inhu

Sawit Warga Diduga Diracun oleh Oknum Keamanan Perusahaan, Pihak PT BBSI Sudah Melapor Ke Polda Riau

Tidak hanya meracun tanaman sawit, petugas keamanan perusahaan juga merusak satu unit rumah di kebun miliknya.

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: CandraDani
istimewa
Tanaman sawit warga di Desa Talang Tujuh Buah Tangga, Kecamatan Rakit Kulim diduga diracun oleh oknum keamanan dari PT BBSI (kiri) dan rumah warga yang ikut dirusak. 

TRIBUNINHU.COM, RENGAT - Konflik warga Desa Talang Tujuh Buah Tangga, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Inhu kembali memanas. Kondisi ini dipicu setelah sejumlah tanaman sawit milik warga yang diduga diracun oleh pihak PT Bukit Betabuh Sei Indah (BBSI).

Ketika kejadian tersebut dikonfirmasi kepada pihak perusahaan, Manager Humas PT BBSI mengaku tidak tahu soal kejadian tersebut.

Jonatan, warga Desa Talang Tujuh Buah Tangga, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tak berdaya ketika tanaman sawitnya diracun oleh pihak perusahaan.

"Sebanyak 70 batang tanaman sawit saya diracun oleh warga, padahal tanaman sawit saya itu sudah berbuah pasir," kata Jonatan kepada Tribuninhu.com, akhir pekan lalu.

Baca: Jadwal Pemadaman Listrik di Wilayah Inhu Riau 24 Maret 2019

Baca: Jalin Koordinasi dan Sinergitas Antar Instansi,Bakohumas Inhu Gelar Pertemuan Tematik

Kejadian itu diketahuinya pada Jumat (22/3/2019) lalu. Menurut Jonatan kejadian tersebut disaksikan langsung oleh pekerja di kebun sawit miliknya.

Tidak hanya meracun tanaman sawit, petugas keamanan perusahaan juga merusak satu unit rumah di kebun miliknya.

Hal ini pun sudah dilaporkan ke pihak Kepolisian Polres Inhu, pada Sabtu (23/3/2019) lalu dengan membawa serta alat bukti berupa foto-foto tanaman sawit yang diracun serta rumah yang dirusak oleh pihak perusahaan.

Tidak hanya itu, Jonatan juga membawa serta pekerja di kebunnya sebagai saksi. Namun di Polres Inhu, Jonatan hanya bisa melakukan pengaduan.

Baca: Kesbangpol Inhu Riau Harapkan Peran Kehumasan untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih pada Pemilu 2019

Baca: Polres Inhu Limpahkan Berkas Tersangka Penyerang Security PT BBSI ke Kejaksaan

"Hanya pengaduan saja yang bisa, tidak laporan. Karana katanya alat buktinya kurang," kata Jonatan.

Sepekan mendatang, Jonatan akan kembali mempertanyakan soal pengaduannya itu ke Polres Inhu.

"Saat ini situasi sudah kondusif, namun apabila tidak ada tindak lanjut dari Kepolisian maka bisa jadi bentrok lagi," kata Jonatan.

Selain Jonatan, kejadian serupa juga banyak dialami oleh petani kelapa sawit yang lahannya berada di Desa Talang Tujuh Buah Tangga, Kecamatan Rakit Kulim dan sudah sering dilaporkan ke pihak Kepolisian.

Meski sudah banyak pengaduan, pihak PT BBSI selalu membantah memberikan perintah untuk meracun tanaman sawit warga.

Baca: Kesaksian Warga Warga Talang Tujuh Buah Tangga Sebelum Terjadi Bentrokan dengan PT BBSI

Baca: Pascabentrok Warga dengan Security PT BBSI di Inhu Polisi Tetap Satu Orang Tersangka 

Hasri, Manager PT BBSI ketika dikonfirmasi Tribuninhu.com pascapengaduan Jonatan ke Polisi mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui aksi yang dilakukan oleh petugas keamanan perusahaan itu.

"Saya tidak tahu ada yang meracun sawit," katanya singkat.

Hasri juga menerangkan, pihaknya sudah melaporkan aktifitas jual beli lahan di areal konsesi perusahaan yang dilakukan oleh oknum tertentu ke Polda Riau.

"Sudah kita laporkan ke Polda Riau," ujarnya singkat. (Tribuninhu.com/Bynton Simanungkalit)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved