Indra Sjafri: Jangan Salahkan Egy Atau Marinus!
Pelatih timnas U-23, Indra Sjafri, minta tidak ada yang menyalahkan individu pemain atas kegagalan lolos ke Piala Asia U-23 tahun depan.
Penulis: rinaldi | Editor: rinaldi
tribunpekanbaru.com - Timnas U-23 sudah dipastikan gagal melaju ke putaran final Piala Asia U-23 tahun depan di Thailand. Itu setelah mereka menelan dua kali kalah pada Grup K kualifikasi Piala Asia U-23 di Hanoi, Vietnam.
Kekalahan pertama didapat dari Thailand dengan skor telak 4-0 pada 22 Maret lalu. Terakhir, timnas U-23 kalah 1-0 dari Vietnam, pada laga di Stadion My Dinh, Hanoi, Minggu (24/3) malam. Timnas U-23 masih menyisakan satu laga melawan Brunei di stadion yang sama pada Selasa (26/3) hari ini. Namun laga ini sudah tidak menentukan, baik bagi Indonesia maupun Brunei.
Salah satu pemain yang disorot di timnas U-23 adalah Egy Maulana Vikri yang dinilai menjadi kartu mati di lini depan. Egy dalam dua laga lawan Thailand dan Vietnam dimainkan sebagai starter. Namun penampilannya jauh di bawah harapan.
Pelatih timnas U-23, Indra Sjafri, dikritik banyak pihak karena dinilai terlalu memaksakan Egy masuk skema permainannya. Padahal diketahui Egy merupakan pemain paling akhir bergabung bersama Ezra Walian ke timnas U-23, hanya beberapa hari jelang berangkat ke Vietnam.
"Itu tanggung jawab saya kapan dia diganti dan tidak diganti, jadi jangan menyalahkan pemain. Semua tanggung jawab ada di saya, jangan menyalahkan egy, jangan menyalahkan Marinus Wanewar, itu tidak baik. Itu kalau mau sepakbola Indonesia selalu bergairah pemainnya," kata Indra kepada wartawan.
"Pemain sudah berjuang, apa yang salah, ya sepakbola begitu. Kalau menang, saya yakin Egy tidak dinilai salah, ini kan karena ada kekalahan. Saya enggak mau menyalahkan individu pemain," tegasnya.
Marinus Wanewar
Selain itu, Indra Sjafri juga membela Marinus Wanewar, yang mendapat kartu merah sesaat setelah laga berakhir. Dia terlibat insiden dengan salah satu pemain Vietnam yang terlihat terkapar.
Kemudian, ada pemain Vietnam lainnya yang mengejar pemain asal Papua tersebut dan memukul bagian belakang kepalanya. Tapi Marinus tidak merespon, namun kejadian itu terlihat wasit yang malah memberi kartu kuning kedua kepada pemain Persipura itu.
Keputusan itu memunculkan protes dari pemain Indonesia, lantaran ingin wasit bersikap adil karena menganggap pemain Vietnam yang memulai lebih dulu. Indra Sjafri pun punya pendapat sama dengan para pemainnya.
"Marinus pemain bagus, banyak hal dari pemain Vietnam memancing emosinya dan dia bisa meredam. Sayang wasit tidak melihat, padahal yang memulai adalah pemain Vietnam. Jadi saya mengapresiasi seluruh pemain saya yang telah berjuang," ucap Indra.
Indra pun kembali menjelaskan ketika ada wartawan Vietnam yang kembali mempersoalkan umur Marinus, yang dinilai sudah melewati 23 tahun.
"Di negara kami ada orang-orang berkulit hitam, jangan dipikir wajah tua, umurnya tua. Mereka memang pemain yang secara regulasi tidak ada masalah. Jadi media Vietnam jangan sebentar-sebentar mempermasalahkan umur," katanya lagi. (rin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/egy-maulana-vikri-bergabung-dengan-lechia-gdanks_20180625_071405.jpg)