Berita Riau

Pertumbuhan Ekonomi Tergolong Rendah, Deputi Gubernur BI Ungkap Riau Harus Lebih Fokus ke Pariwisata

Langkah Provinsi Riau mulai fokus ke Industri Pariwisata di tahun 2019 ini dinilai tepat.

Pertumbuhan Ekonomi Tergolong Rendah, Deputi Gubernur BI Ungkap Riau Harus Lebih Fokus ke Pariwisata
Humas Kabupaten Kepulauan Meranti
FOTO ILUSTRASI - Tradisi perang air yang ikut menjadi andalan pariwisata Riau. 

Pertumbuhan Ekonomi Riau Tergolong Rendah, Deputi Gubernur BI Ungakpkan Riau Harus Lebih Fokus ke Pariwisata

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Langkah Provinsi Riau mulai fokus ke Industri Pariwisata di tahun 2019 ini dinilai tepat.

Saat kunjungan ke Provinsi Riau dalam rangka serah terima jabatan kepala Kantor Perwakilan Wailayah KPW Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau, Deputi Gubernur BI Sugeng menyebutkan, secara nasional pemerintah saat ini betul-betul mengedepanpan sektor pariwisata sebagai langkah cepat menghasilkan devisa bagi negara.

"Ini salah satu langkah tercepat guna menghasilkan devisa bagi negara. Bisa dilakukan dalam jangka pendek. Pariwisata Indonesia itu tidak hanya bali. Banyak lagi destinasi yang harus dikembangkan di Indonesia tanpa terkecuali di Riau," ungkap Sugeng, Senin (25/3/2019) kemarin.

Baca: CAPRICORN dan 3 Zodiak Ini Hanya Memikirkan Diri Sendiri, Paling Egois Deh! Siapa Aja?

Sugeng menuturnya, Provinsi Riau masih memerlukan perbaikan dan dorongan agar ekonominya dapat tumbuh lebih baik.

Melihat pertumbuhan ekonomi Riau yang hanya 2,34 persen pada tahun 2018 lalu, serta tergolong sebagai pertumbuahn ekonomi terendah dibandingkan provinsi lain, maka ke depan harus ada perbaikan struktur.

"Karena kalau (struktur, red) tidak diubah, tentunya ini sangat rentan. Apalagi analisa ekonomi Indonesia tahun 2019 dan 2020 itu lebih rendah dan turun terus, maka ini menjadi tantangan bagaimana meningkatkan eksport kita," tuturnya.

"Riau jangan lagi bergantung ke minyak dan CPO yang sampai saat ini masih mengalami permasalahan dengan eropa. Kita bisa melihat Arab Saudi minyaknya masih sangat luar biasa sampai sekarang, namun disamping itu mereka sudah mulai upayakan perubuhan," katanya.

Dalam jangka pendek ungkap Sugeng, hal yang perlu menjadi perhatian Riau yakni industri pariwisata. Ini pun harus lebih difokuskan.

"Bahkan secara nasional (pariwisata, red) ini sudah kita kerjakan, dan alhamdulillah sekarang sudah ada sekretariat bersama antara BI dengan pemerintah guna pengembangan sektor pariwisata, BI dipercaya menjadi pengelola sekretariat itu," tegasnya.

Baca: Suami Lucinta Luna Tahu Istrinya Transgender, Ternyata Ini Bahaya Mengerikan Transplantasi Rahim

Ia mengungkapkan, sektor pariwsiata sebagai langkah tercepat dalam menghasilkan devisa bagi negara harus terus didorong. Koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah akan terus ditingkatkan.

BI pun terus melakukan monitoring, eveluasi, mengecek masing-masing kementrian untuk menyelesaikan PR-nya, dan upaya lainnya sehingga sektor wisata Indonesia ini dapat berkembang pesat.

"Jadi semua harus termonitor benar, tidak asalan. Kita istilahnya mengembangan new teen bali atau 9 bali baru," katanya. (tribunpekanbaru.com/Hendri Gusmulyadi)

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Hendri Gusmulyadi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved