Berita Riau

Wabup Bengkalis Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan Pipa Transmisi di Inhil

Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad, hadir menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi proyek pembangunan pipa transmisi di Kabupaten Indragiri Hilir

Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
PERSIDANGAN- Massa dari Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi berunjuk rasa di depan PN Pekanbaru, Selasa (26/3/2019). Dalam PN itu, Wabup Bengkalis, Muhammad tengah menjalani persidangan sebagai saksi kasus korupsi proyek pembangunan pipa transmisi di Inhil. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Wakil Bupati Bengkalis, Muhammad, hadir menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi proyek pembangunan pipa transmisi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (26/3/2019).

Dia menjadi saksi dalam perkara yang menjerat terdakwa Edi Mufti BE selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Sabar Stevanus P Simalong sebagai Direktur PT Panatori Raja dan Syahrizal Taher selaku konsultan pengawas proyek itu.

Ketika proyek dilaksanakan, Muhammad menjabat sebagai Kabid Sumber Daya Air di Dinas PU Riau. Dia sekaligus sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Muhammad hadir di persidangan, setelah sebelumnya sempat dua kali mangkir dari panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk bersaksi.

Baca: Seorang SUAMI di Pekanbaru Tega PUKUL Istrinya Pakai MARTIL hingga Kritis, Ini Sebabnya

Baca: Ciptakan Motor Terbang, Perusahaan di Jepang Ini Targetkan Penjualan pada 2022

Namun dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru itu, saksi Muhammad banyak mengaku lupa dan tidak tahu.

Majelis hakim yang dipimpin Mahyudin, melontarkan sejumlah pertanyaan kepadanya.

Salah satunya mekanisme penunjukkan Muhammad sebagai KPA.

"Itu (KPA) saya, berdasarkan SK Gubernur. PA (Pengguna Anggaran)-nya Kadis PU, SF Harianto, PPK dan PPTK Edi Mufti (terdakwa)," ungkapnya di hadapan majelis Hakim.

Baca: Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Pekanbaru Rabu 26 Maret 2019, Siapkan Persyaratan Ini!

Muhammad menyebutkan, saat proses lelang proyek tahun 2013, dirinya belum menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid).

Meski begitu, dirinya menandatangani kontrak proyek senilai Rp3,8 miliar itu.

Halaman
123
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved