Pekanbaru

Ngaku Bisa Bantu Luluskan Jadi PNS, Pria di Pekanbaru Ini Tipu Korbannya Ratusan Juta

Pria berinisial HE alias Pangeran (47) tak berkutik saat ditangkap aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Raya.

Polsek Bukit Raya
Tersangka kasus penipuan dan penggelapan modus penerimaan PNS berinisial HE (kiri) saat dihadirkan dalam kegiatan ekpos yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya, Iptu Aspikar (kanan), Rabu (27/3/2019). 

Ngaku Bisa Bantu Luluskan Jadi PNS, Pria di Pekanbaru Ini Tipu Korbannya Ratusan Juta

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pria berinisial HE alias Pangeran (47) tak berkutik saat ditangkap aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Raya.

Dia diduga telah melakukan aksi penipuan dan penggelapan yang menyebabkan korbannya merugi ratusan juta rupiah.

Adapun modus yang dipakai oleh HE, yakni mengiming-imingi korban dengan menyebutkan bisa membantu untuk meluluskan anaknya bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Baca: Regulasinya Sudah Ada Sejak Tahun 2015, Ternyata ASN Pemprov Riau Belum Pernah Isi LHKASN

Korban yang disasar pelaku, yaitu seorang wanita bernama Rumiati (52), warga Jalan Datuk Setia Maharaja, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.

Kejadiannya sudah berlangsung cukup lama, tepatnya pada Januari 2016 silam.

Ketika itu, Rumiati bersama anak laki-lakinya dan seseorang bernama Adi, menemui pelaku di rumahnya.

Korban mengaku, mendapat informasi bahwa pelaku bisa menolong anaknya menjadi PNS di lingkungan Pemprov Riau.

Dengan yakinnya, pelaku pun mengamini keinginan korban, dengan menjawab bisa menjamin 100 persen, anak korban bisa diterima sebagai PNS.

Baca: Lisa BLACKPINK Ternyata Lahir dengan Nama Asli Ini, Punya 3 Panggilan Unik!

Pelaku berdalih ketika itu, ada tambahan kuota dari BKN Pusat terkait penerimaan PNS.

Pelaku mengaku dia bekerja sebagai KPK dan kenal dengan Kepala BKN Pusat di Jakarta.

Dia juga menjamin akan memasukkan nama anak korban.

Saat korbannya termakan bujuk rayunya, pelaku lalu meminta biaya awalnya sebesar Rp 200 juta.

Untuk lebih meyakinkan, anak korban diminta melengkapi sejumlah berkas persyaratan.

Seperti SKCK, Surat Keterangan Sehat dan Bebas Narkoba, Ijazah, dan pas foto.

Korban dan anaknya pun, lalu pulang ke rumah untuk menyiapkan segala sesuatunya, sesuai permintaan pelaku.

Keesokan harinya, korban datang kembali ke rumah pelaku.

Baca: Breakfast Promo Grand Elite Hotel Pekanbaru, Nikmati Sarapan Favorit Mulai Rp 60.000,-nett/pax

Dia datang dengan membawa uang tunai sebesar total Rp 154 juta untuk diserahkan kepada pelaku.

Setelah uang diserahkan, pelaku pun meminta agar korban menunggu informasi selanjutnya darinya.

Namun selang beberapa lama, korban tak kunjung mendapatkan kabar dari pelaku.

Bahkan beberapa kali dia mencoba menelepon, nomor pelaku tak pernah lagi aktif.

Didatangi ke rumahnya, pelaku juga tak pernah ada.

Merasa dirugikan dan ditipu, korban akhirnya melapor ke Polsek Bukit Raya, pada 3 Mei 2018.

Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya Iptu Aspikar menjelaskan, selang beberapa waktu melakukan penyelidikan, akhirnya petugas berhasil mengetahui keberadaan pelaku.

"Pelaku kita tangkap di kediamannya Jalan Pandu. Saat diintrogasi dia mengakui perbuatannya," kata Kanit Reskrim, Rabu (27/3/2019).

Baca: Butuh Waktu 1 Bulan, Ini Cara & Syarat yang Harus Dipenuhi Rian Agar Bisa Main sama Vanessa Angel

Lanjut dia, sebagai barang bukti, petugas juga menyita 2 lembar kuitansi masing-masing dengan nilai Rp 100 juta dan Rp 54 juta.

Korban ketika itu datang menyerahkan uang secara bertahap.

"Saat ini pelaku sedang menjalani proses penyidikan di Mapolsek Bukit Raya. Pengakuan sementaranya baru satu kali melakukan aksi penipuan seperti ini," tandasnya. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved