Paling Lambat 31 Maret 2019, Alasan WP Wajib Lapor SPT dan Konsekuensi jika Tidak Melakukannya

Mengapa kita wajib melapor, ketika pemerintah sudah mengantongi data pendapatan masyarakat melalui catatan NPWP?

Paling Lambat 31 Maret 2019, Alasan WP Wajib Lapor SPT dan Konsekuensi jika Tidak Melakukannya
TRIBUNPEKANBARU.COM/THEO RIZKY
Para wajib pajak tengah memberikan laporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Riau dan Kepulauan Riau, Pekanbaru, Kamis (30/3/2017). Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan kini memperpanjang batas waktu penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi Tahun 2016 hingga tanggal 21 April 2017 mendatang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - 31 Maret ini menjadi batas waktu terakhir bagi wajib pajak pribadi untuk melaporkan SPT Tahunan. 

Sementara bagi WP badan, batas waktunya adalah empat bulan setelah tahun pajak berakhir, yakni pada akhir April.

Setiap Wajib Pajak, baik orang pribadi maupun badan, memiliki kewajiban untuk melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan ( SPT) ke kantor pajak terdekat.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memberikan batas waktu pelaporan bagi WP pribadi maksimal tiga bulan setelah tahun pajak berakhir atau pada akhir Maret.

Mengapa kita wajib melapor, ketika pemerintah sudah mengantongi data pendapatan masyarakat melalui catatan NPWP?

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Perpajakan, SPT berfungsi sebagai sarana bagi WP untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan perhitungan jumlah pajak yang sebenarnya terhutang dan pemenuhan pembayaran pajak setahun terakhir.

Dengan kata lain, SPT menjadi alat penelitian atas kebenaran penghitungan pajak terutang yang diberitahukan oleh WP sebelumnya.

Baca: CATAT Batas Lapor SPT 31 Maret, Ini Cara Lapor Pajak Online, Telat Lapor SPT Didenda Rp 100 Ribu

Baca: VIDEO Tutorial Cara Isi Atau Lapor SPT Tahunan Pribadi Secara Online, Batas Akhir 31 Maret 2019

Baca: Perlu Diketahui, Inilah Sanksi bagi Wajib Pajak yang Telat atau Tidak Melapor SPT

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti memberikan penjelasan mengapa WP diwajibkan untuk melaporkan hartanya setiap tahun pajak berakhir.

"WP masih harus melaporkan SPT-nya karena ada kemungkinan mendapatkan penghasilan lain di luar dari yang sudah dipotong oleh pemberi kerja. Misalnya saja penghasilan dari usaha, investasi, maupun penghasilan lainnya," kata Nufransa, Jumat (29/3/2019) pagi.

Selain pendapatan tambahan, melapor SPT juga diwajibkan karena adanya kemungkinan penambahan harta yang terjadi dalam kurun waktu setahun.

Halaman
123
Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved