Berita Riau

Pemprov Riau Alokasikan Dana Rp 318 Miliar untuk BUMDes, Satu Desa Dapat Jatah Rp 200 Juta

Pemerintah Provinsi Riau akan membantu modal usaha untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Pemprov Riau Alokasikan Dana Rp 318 Miliar untuk BUMDes, Satu Desa Dapat Jatah Rp 200 Juta
Tribun Pekanbaru/Syaiful Misgiono
Acara pelatihan peningkatan kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Riau, di Furaya Hotel Pekanbaru, Jumat (29/3/2019). 

Pemprov Riau Alokasikan Dana Rp 318 Miliar Untuk BUMDes, Satu Desa Dapat Jatah Rp 200 Juta

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemerintah Provinsi Riau akan membantu modal usaha untuk pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Masing-masing desa nantinya akan mendapatkan suntikan dana segar sebesar Rp 200 juta yang akan dianggarkan di APBD Perubahan 2019.

Di Provinsi Riau ada sekitar 1.591 desa, jika masing-masing desa mendapatkan Rp 200 juta, maka dana yang dianggarkan untuk pengembangan BUMDes ini mencapai sekitar Rp 318,2 miliar.

Baca: VIDEO LIVE Streaming Perempat Final India Open 2019 Sore Ini, Ricky/Angga Hadapi Wakil Malaysia

Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar saat membuka acara pelatihan peningkatan kapasitas Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Riau, di Furaya Hotel Pekanbaru, Jumat (29/3/2019).

Syamsuar berharap dengan adanya bantuan dana dari Pemprov Riau ini bisa menjadi stimulus untuk mengembangkan usaha di masing-masing BUMDesa.

Sebab sejauh ini masih banyak BUMDes di Riau yang belum maksimal dalam menjalankan usahanya.

Padahal, kata Syamsuar, BUMDes merupakan bagian usaha untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, sekaligus untuk simpan pinjam bagi masyarakat yang membutuhkan tambahan modal usaha.

"Kita berharap dana desa yang Rp200 juta itu bisa dimanfaatkan untuk BUMDes. Sehingga kedepan seluruh desa memiliki BUMDes dan bisa menjalankan usahanya untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Baca: Sejumlah Pejabat di Lingkungan Polres Kepulauan Meranti Riau Dimutasi

Syamsuar kembali mengingatkan, bahwa dana yang dialokasi sebesar Rp 200 juta ke seluruh desa di Riau tersebut tidak disalahgunakan.

Sebab dana ini khusus untuk pengembangan BUMDes, bukan untuk pembangunan insfrastruktur.

"Kami mendapat masukan dari pendamping desa banyak juga kepala desa masih memprioritaskan dana desa untuk infrastruktur. Mereka belum mau mengalokasikan dana desa yang diberikan APBD untuk BUMDes," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Saksikan juga berita video menarik dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved