Lahan Gambut Bekas Terbakar Ditanami Nenas

Hamparan lahan bekas terbakar seluas puluhan hektar di Desa Mundam Jaya, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, disulap menjadi lahan produktif.

Istimewa
Pokmas Mundam Jaya III, Desa Mundam Jaya, Kecamatan Medang Kampai, Dumai berfoto dilahan gambut bekas terbakar yang kini jadi lahan produktif, Jumat (29/3/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hamparan lahan bekas terbakar seluas puluhan hektar di Desa Mundam Jaya, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, disulap menjadi lahan produktif.

Lahan tersebut kini ditanami dengan nenas dan berbagai jenis tanaman lain.

Hal ini diklaim mampu meningkatkan sumber pendapatan dan perekonomian masyarakat sekitar yang ikut diberdayakan.

Badan Restorasi Gambut (BRG) selaku pihak yang mentaja program tersebut menyatakan, hal ini terkait dengan upaya menjaga dan memperbaiki gambut yang rusak akibat terbakar.

Selain untuk mengembalikan ekosistem alami gambut di lahan itu, dengan melibatkan masyarakat setempat dalam pengelolaannya, ternyata bisa memberikan pemasukan untuk mereka.

Baca: Hentikan Kendaraan yang Tak Wajar untuk Atasi Truk ODOL

Baca: Resmi Masuk Indonesia! Ini Jadwal Pre Order Huawei P30 Lite, Bawa Teknologi Canggih Pada Kamera

Untuk diketahui, pada 2017 lalu, berhektar-hektar lahan di kawasan tersebut mengalami kebakaran cukup parah.

Setahun kemudian, tepatnya pada 2018 BRG mulai menjalankan program untuk memulihkan lahan gambut bekas terbakar tersebut, lewat revitalisasi dan revegetasi.

"BRG merevegetasi area gambut di sini, sekaligus merevitalisasi dengan melibatkan masyarakat setempat. Ini juga sekaligus menambah mata pencaharian dan ekonomi mereka. Ada beberapa program kita jalankan di desa ini," ungkap Kepala Pokja Restorasi Gambut Wilayah Sumatera, Soesilo Indrarto saat melakukan peninjauan, Jumat (29/3/2019) lalu.

Selain di Desa Mundam, ada tiga tempat lain di Dumai yang menjadi lokasi implementasi program BRG ini.

Program ini pun mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga ekosistem gambut.

Di Desa Mundam Jaya misalnya, kelompok masyarakat (Pokmas) sukses memanfaatkan kesempatan bekas terbakar menjadi lahan produktif.

Dengan cara menanam nenas yang dikolaborasikan juga dengan jenis tanaman lain, seperti Meranti, Jelutung dan Ramin.

Ketua Pokmas Mundam Jaya III, Desa Mundam Jaya, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Idam Jarot mengapresiasi program yang ditaja BRG ini.

Dia menilai program ini cukup efektif. Lewat kegiatan pembasahan lahan gambut contohnya. Hal ini membuat lahan mereka bisa aman dari ancaman kebakaran kembali.

"Selain itu, perekonomian masyarakat juga terbantu, dengan menanam nenas dan beberapa jenis kayu untuk jangka panjang. Kita sangat berbesar hati kepada BRG dan pemerintah, sudah memperhatikan lahan gambut dan menjadikannya berguna bagi masyarakat," sebut Jarot. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved