Pekanbaru

Manggala Agni Kembali Turunkan Dua Tim ke Lokasi Kebakaran Lahan di Air Hitam Pekanbaru

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Air Hitam Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru hingga Sabtu (30/3/2019) masih berlangsung.

Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
LAHAN TERBAKAR - Tim Manggala Agni melakukan pemadaman di lahan terbakar yang terletak di kawasan Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Senin (19/3/2019). Menurut petugas dilapangan, terdapat sekitar 10 hektare lahan yang terbakar disana. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Air Hitam Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru hingga Sabtu (30/3/2019) masih berlangsung.

Api belum bisa diatasi oleh personil dari tim gabungan yang bertugas di lokasi.

Manggala Agni Pekanbaru kembali menerjunkan personilnya ke lokasi kebakaran tepatnya di RT 6 RW 3 Kelurahan Air Hitam, Payung Sekaki.

Dua tim sekaligus diturunkan ke areal yang terbakar untuk membantu pemadaman.

"Ada 16 personil yang dibagi dalam dua tim sudah kita turunkan ke Air Hitam. Disana masih upaya pemadaman Karhutla," tutur Kepala Daops Manggala Agni Pekanbaru, Edwin Putra, kepada tribunpekanbaru.com, Sabtu (30/3/2019).

Baca: Laode M Syarif: Riau Termasuk Satu Dari Enam Provinsi di Indonesia yang Jadi Fokus KPK

Baca: Bayi Ini Masih Hidup Meski Terseret Arus Sungai Sejauh 1 Kilometer: Pengakuan Sang Ibu Bikin Geram

Baca: Resmi Dilantik, Ini yang Akan Dilakukan DPC Garda Jokowi Kabupaten Kampar

Petugas gabungan berusaha memadamkan api di lahan gambut, kawasan RT 6 RW 3, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru, Senin (25/2/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY)
Petugas gabungan berusaha memadamkan api di lahan gambut, kawasan RT 6 RW 3, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki Pekanbaru, Senin (25/2/2019). (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY) (Tribun Pekanbaru/Theo Rizky)

Edwin Putra mengungkapkan proses pemadaman di Air Hitam memasuki hari ketiga setelah titik api terdeteksi.

Api melalap lahan yang merupakan campuran tanah mineral dan gambut.

Namun bara api sudah masuk sampai ke dalam tanah hingga sulit untuk dipadamkan.

Disamping itu penyebaran apinya juga sangat cepat menyebabkan petugas harus berjibaku.

Untung saja ketersediaan air di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) mencukupi untuk upaya pemadaman.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved