Rokan Hulu

Dinkes Rohul Riau Imbau Warga untuk Goro dalam PSN

Dari data petugas di lapangan, DBD yang terjadi di Rohul pada Januari 2019 terdata 14 orang, Februari 15 orang dan bulan Maret tercatat 20 orang.

Dinkes Rohul Riau Imbau Warga untuk Goro dalam PSN
Dinas Kesehatan Rohul
Petugas Dinkes Rohul Riau melakukan fogging untuk memberantas sarang nyamuk di Dusun Lubuk Bandung Hulu Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah. 

Dinkes Rohul Riau Imbau Warga untuk Goro dalam PSN

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Belasan warga di Dusun Lubuk Bandung Hulu Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah, mulai terserang Demam Berdarah Dengue (DBD).

Mendangar adanya warga yang terserang DBD, petugas Puskemas Rambah bergerak cepat dengan melakukan fogging serta lakukan gotong royong (goro) dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Sikapi dengan temuan dugaan belasan warga teserang DBD, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Rohul, dr Bambang, melalui Kabid Pengendalian Pencegahan Penyakit (P2P) Darmadi Lubis membenarkan adanya warga Rambah yang terkena DBD.

Baca: BUKAN Kampanye Politik, CEWEK CANTIK Asal Pekanbaru Ini Kampanyekan Peduli Sampah dan Kebersihan

Ia menambahkan, dari data petugas dilapangan, DBD yang terjadi pada Januari 2019 terdata 14 orang, Februari 15 orang dan bulan Maret tercatat 20 orang.

"Masih didominasi di kecamatan Rambah atau Ibu kota Kabupaten, " ucapnya.

Demi memberantas nyamuk DBD, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan pola hidup bersih dengan melaksanakan 3 M, dan lebih memaksimalkan PSN.

Petugas mengajak masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk
Petugas mengajak masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk (Dinas Kesehatan Rohul)


Menurutnya, gerakan 3M dan PSN tersebut lebih baik dalam mencegah terjangkitnya DBD di tengah masyarakat, ketimbang dilakukan fogging atau pengasapan.

"Walapun kurang efektif, kita tetap melakukan fogging untuk membunuh idukan nyamuk, sedangkan sisanya bisa di lakukan melalui 3M dan PSN," katanya, Rabu (3/4/2019)

Darmadi menerangkan agar masyarakat bisa mengubur barang bekas, seperti kaleng bekas, botol bekas termasuk ban-ban bekas, serta biasakan membersihkan lingkungan dan perkaraan rumah.

"Kuncinya, gotong royong paling utama, dengan membersihkan yang lebih ke Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Pogging hanya untuk memutus mata rantai penularan dari DBD saja, karena usia nyamuk hanya 7 hari, namun bila sarang nyamuk diberantas maka tidak ada lagi penyebaran nyamuk," sebutnya.

Lebih lanjut diterangkanya, pogging juga hanya dilakukan radius 100 meter, karena jangkauan nyamuk hanya radius 100 meter. Sehingga kesadaran masyarakat yang diperlukan melalui PSN dalam memberantas nyamuk DBD ini.

Baca: KRONOLOGI Penemuan 12 Siswa SMK Kehutanan Pekanbaru Setelah 20 Jam Tersesat di Hutan TNBT Riau

Diakuinya, pada Selasa (2/4/2019), pihaknya untuk kedua kalinya gelar pogging dan lakukan goro dengan membersihkan lingkungan melibatkan pihak Desa Koto Tinggi.

"Karena bila hanya dipogging tidak ada manfaatnya, sehingga harus dilakukan goro dengan melakukan pembersihan lingkungan, PSN dan daerah daerah yang jadi tempat naymuk berterlur," pungkasnya. (Tribunrohul.com/Donny Kusuma Putra)

Saksikan juga berita video menarik Tribun Pekanbaru dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved