Berita Riau

Petugas Maggala Agni Tenteng Pompa Sejauh 600 Meter untuk Padamkan Api

Manggala Agni Riau tak kenal lelah berupaya memadamkan kebakaran yang melanda lahan di sejumlah wilayah. Termasuk di kawasan Tapung.

Petugas Maggala Agni Tenteng Pompa Sejauh 600 Meter untuk Padamkan Api
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Petugas Manggala Agni berusaha memadamkan kebakaran lahan di kawasan Jalan Riau Baru, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Rabu (3/4/2019). Kebakaran lahan seluas 12 hektare tersebut akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama dua hari. Kuat dugaan, lahan itu sengaja dibakar oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk proses pembersihan lahan. Pihak Manggala Agni terus berusaha menjadi bagian yang terdepan dalam menanggulangi kebakaran lahan agar bencana kabut asap di Provinsi Riau tidak terjadi kembali. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Tugas Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan di Provinsi Riau seakan tidak ada habisnya, terutama saat musim kemarau ini, kebakaran lahan silih berganti menerjang daerah-daerah pinggiran, namun Brigade yang biasa disebut dengan Manggala Agni ini tidak akan pernah tinggal diam, petugasnya selalu siap seperti tak kenal lelah, menjadi yang terdepan untuk menghadapinya.

Seperti yang terjadi di kawasan lahan Jalan Riau Baru, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Rabu (3/4/2019).

Kebakaran lahan seluas 12 hektare yang melanda daerah tersebut akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas berlambang orangutan bertopi itu berjibaku selama dua hari.

Dituturkan seorang petugas Manggala Agni bernama Rony kepada Tribun, pada hari pertama, Selasa (2/3/2019).

Baca: Tak Ada Loket Pengaduan, Ombudsman Sebut Masyarakat Bingung Lapor Kemana

Baca: Gelar Silaturrahim Cabang dan Ranting, Muhammadiyah Riau Ingin Samakan Visi Dakwah Persyarikatan

Ia bersama timnya harus berjalan kaki sejauh 600 meter dengan menenteng mesin pompa air karena lokasi titik api tidak dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat.

Setelah sampai dan mesin pompa dihidupkan, tim nya pun harus masuk membawa selang kedalam kepulan asap pekat, melawan arah angin untuk mencari titik api, mengejar waktu sebelum api mulai membesar dan meluas, jarak pandang saat itu hanya sekitar tiga meter.

"Sebenarnya ini melanggar prosedur (melawan arah angin, red) tapi tidak ada pilihan lain, kalau harus memutar, selangnya tidak cukup," kata Rony.

Satu demi satu titik api pada lahan gambut itu berhasil dijinakkan Rony bersama sekitar tujuh orang rekannya.

Namun luasnya lahan memaksa mereka berhenti karena hari sudah semakin gelap.

"Keesokan, pada pagi hari kita lanjut lagi, untungnya waktu malam hari hujan turun, ini sangat membantu," kata Rony.

Menurutnya, pekerjaan seorang petugas Manggala Agni tidak akan berhenti hingga tidak ada satu pun titik api yang tersisa. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: TheoRizky
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved