Berita Riau

Keluarga Anggota Polisi Polda Riau yang Jadi Korban Serangan Teroris Terima Dana Konpensasi

Dana Kompensasi ini diterima oleh istri almarhum, Erlina, Jumat (5/4/2019) di Mapolda Riau didampingi Wakapolda Riau Brigjen Pol Wahyu Widada.

Keluarga Anggota Polisi Polda Riau yang Jadi Korban Serangan Teroris Terima Dana Konpensasi
TribunPekanbaru/Theo Rizky
Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman Almarhum Iptu Luar Biasa Anumerta Auzar, personil Kepolisian Polda Riau korban meninggal dunia akibat serangan yang diduga aksi teror di Mapolda Riau yang dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mayang Sari Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru, Rabu (16/5/2018). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Pihak keluarga Iptu Luar Biasa Anumerta Auzar (almarhum), yang menjadi korban serangan teroris di Mapolda Riau pada Mei 2018 lalu, mendapatkan kompensasi.

Dana kompensasi ini diserahkan langsung oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), melalui Wakil Ketua LPSK Susilaningtias dengan nilai Rp 125 juta.

Dana Kompensasi ini diterima oleh istri almarhum, Erlina, Jumat (5/4/2019) di Mapolda Riau didampingi Wakapolda Riau Brigjen Pol Wahyu Widada.

Saat diwawancarai, Susilaningtias menjelaskan, kompensasi tersebut diberikan berdasarkan sejumlah pertimbangan.

Pertama, yaitu berdasarkan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang pada Februari 2019 lalu, memutuskan agar keluarga korban serangan teroris mendapat kompensasi.

Baca: Proyek Pembangunan Gedung Mapolda Riau Disebut Sudah Selesai 100 Persen

"Februari lalu diputuskan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur bahwa keluarga korban peroleh kompensasi dengan jumlah Rp 125 juta. Hari ini kita bayarkan," katanya.

Pertimbangan kedua kata Susilaningtias, yaitu kerugian immaterial yang dialami keluarga korban.

Karena harus kehilangan tulang punggung keluarga. Sementara anak korban juga perlu melanjutkan pendidikan dan butuh biaya.

"Kompensasi tersebut juga merupakan hak korban tindak pidana terorisme yang diatur dalam Undang-undang nomor 5 tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan undang-undang nomor 31 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 13 tahun 2006 tentang perlindungan saksi dan korban," sebut Susila lagi.

Baca: VIDEO: Minta Sariantoni Ditangkap, Ratusan Massa Demo di Mapolda Riau

Dari beberapa pertimbangan tersebutlah disebutkan Susila, LPSK lalu memfasilitasi pemohon, yang dalam hal ini keluarga korban Iptu Luar Biasa Anumerta Auzar untuk mengajukan kompensasi.

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved