Kampar

Cocok di Lahan Gambut dan Tak Susah Merawatnya, Budidaya Nenas Unggul di Desa Pagaruyung Kampar Riau

Nanam nenas ini memang cocok di lahan gambut. Tidak susah (merawatnya), yang penting kita rajin melihat. Sekalian jaga-jaga juga kalau ada api

Cocok di Lahan Gambut dan Tak Susah Merawatnya, Budidaya Nenas Unggul di Desa Pagaruyung Kampar Riau
TribunPekanbaru/Melvinas Priananda
Potensi Ekonomi Nenas - Pedagang mengatur buah nenas yang akan dijual di jalan lintas Pekanbaru - Bangkinang, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Nenas dari hasil berkebun di lahan gambut bekas terbakar di Desa Pagaruyung, Kecamatan Tapung Raya, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, memang punya keistimewaan tersendiri.

Rasanya manis, daging buahnya kering, dan renyah. Nenas yang oleh masyarakat setempat disebut jenis moris ini, diklaim termasuk salah satu jenis nenas budidaya unggulan.

Sebelum ditanami nenas, lahan gambut yang ada di Desa Pagaruyung ini, sangat rawan terbakar. Apalagi memasuki musim kemarau, dengan kondisi cuaca yang panas terik.

Namun sejak ada inisiasi revitalisasi ekonomi dari Badan Restorasi Gambut (BRG) ditahun 2016, agar lahan gambut itu ditanami dengan nenas, masyarakat tak lagi khawatir terjadi kebakaran.

Baca: Lahan Gambut Bekas Terbakar Ditanami Nenas

Baca: KEBUN NENAS dan Kelapa Sawit Warga di Riau Terbakar, Tim Pemadam Lakukan Pendinginan di 4 Titik

Bahkan saat ini, ratusan hektar lahan gambut yang disulap jadi kebun nenas tersebut, bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah untuk masyarakat.

Mukidin, anggota Kelompok Masyarakat (Pokmas) Mekarsari, Desa Pagaruyung menjelaskan, saat ini tak kurang dari 300 hektar lahan gambut yang dijadikan perkebunan nenas.

"Terakhir 2015 parah ini kebakarannya, pokoknya jadi masalah setiap tahun. Ini lahan kosong, tidak terpakai. Kemudian digarap masyarakat Desa Pagaruyung, dengan dibantu BRG," katanya saat berbincang dengan Tribun, Jumat lalu.

Lanjut Mukidin, ada banyak keuntungan yang diperoleh dengan menanam nenas di lahan gambut ini.

Diantaranya, hanya ditanam sekali bibitnya, bisa dipanen berkali-kali. Lalu perawatannya yang tergolong mudah.

"Nanam nenas ini memang cocok di lahan gambut. Tidak susah (merawatnya), yang penting kita rajin melihat. Sekalian jaga-jaga juga kalau ada api. Tapi dari 2016 ditanam nenas, nggak pernah ada kebakaran lagi," ucapnya.

Baca: Olah Buah Nenas Jadi Keripik dan Wajik, Liana Mampu Raup Untung Hingga Rp 10 Juta

Baca: Foto: Mahasiswa PCR Ini Ciptakan Alat Pengupas Nenas Otomatis, 1 Nenas Butuh Waktu 15 Detik

Halaman
123
Penulis: Rizky Armanda
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved