Kampar

Cocok di Lahan Gambut dan Tak Susah Merawatnya, Budidaya Nenas Unggul di Desa Pagaruyung Kampar Riau

Nanam nenas ini memang cocok di lahan gambut. Tidak susah (merawatnya), yang penting kita rajin melihat. Sekalian jaga-jaga juga kalau ada api

Cocok di Lahan Gambut dan Tak Susah Merawatnya, Budidaya Nenas Unggul di Desa Pagaruyung Kampar Riau
TribunPekanbaru/Melvinas Priananda
Potensi Ekonomi Nenas - Pedagang mengatur buah nenas yang akan dijual di jalan lintas Pekanbaru - Bangkinang, beberapa waktu lalu. 

Lebih jauh kata Mukidin, kebun nenas di Desa Pagaruyung ini sudah sering dipanen.

Dia mengklaim, nenas dari Desanya ini termasuk yang paling diminati. Bahkan penjualannya selain ke daerah terdekat seperti Pekanbaru, juga sudah sampai ke Padang dan Medan.

"Nenasnya enak, manis, dagingnya kering dan renyah. Dibandingkan sama daerah lain misalnya, ada yang buahnya besar dan airnya banyak, tapi nggak manis," ulas pria berumur paruh baya ini.

Untuk harganya dipaparkan Mukidin, paling mahal Rp 7 ribu segandeng (dua buah nenas). Keuntungan yang didapatkan pun terhitung lumayan.

Selain dijual utuh (buah), Mukidin bercerita jika nenas ini juga diolah menjadi keripik dan selai. Namun karena keterbatasan peralatan, produksinya pun belum seberapa.

"Untuk alat mesinnya juga dibantu sama BRG," jelasnya.

Baca: Lahan Gambut Bekas Terbakar Kini Produktif, BRG Taja Program Revitalisasi dan Revegetasi di Mundam

Baca: Alat Pemantau TMA Gambut Riau Menunjukkan Status Bahaya, BRG Gelar Operasi Pembasahan Cepat

Sementara itu, Kepala BRG Nazir Foead menerangkan, pihaknya menyadari jika masyarakat sangat membutuhkan dukungan untuk mengelola lahan gambut pertanian tanpa bakar.

Kepala BRG Nazir Foead dan jajaran, didampingi Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto saat meninjau kebun nenas di lahan gambut, Desa Pagaruyung, Kabupaten Kampar, Jumat lalu.
Kepala BRG Nazir Foead dan jajaran, didampingi Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto saat meninjau kebun nenas di lahan gambut, Desa Pagaruyung, Kabupaten Kampar, Jumat lalu. (Tribunpekanbaru.com/RizkyArmanda)

"Kita lihat sendiri lahannya sangat produktif. Selain hasil pertaniannya bisa memberikan manfaat ekonomi, masyarakat juga turut menjaga lahan gambutnya, tingkat kebasahannya. Tata air terkelola dengan baik," sebutnya usai meninjau lahan gambut di Desa Pagaruyung.

Bantuan yang diberikan BRG dijabarkan Nazir, mulai dari pembibitan, pengolahan hasil panen hingga pemasarannya.

Untuk pemasaran dibeberkan Nazir, akan memaksimalkan pasar dalam negeri terlebih dahulu.

Halaman
123
Penulis: Rizky Armanda
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved