Berita Riau

Waspada Asap Tebal Bisa Berakibat Muncul Api, Kebakaran Lahan di Riau Tinggal Pendinginan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menyebut, kebakaran lahan di Riau sudah berhasil dipadamkan.

Waspada Asap Tebal Bisa Berakibat Muncul Api, Kebakaran Lahan di Riau Tinggal Pendinginan
Humas BNPB
Petugas BPBD sedang berupaya melakukan pemandam kebakaran hutan dan lahan 

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemantuan dan partroli serta pendinginan di sejumlah lokasi yang sebelumnya terjadi kebakaran lahan. Sebab jika tidak diawasi, bisa saja ambil kembali muncul dan meluas.

"Sementara ini memang sudah clear, tapi kita tetap waspada dan mengajak semua lapisan masyarakat untuk tidak terbakar lahan lagi," ujarnya.

Baca: Ramalan Zodiak Besok, Selasa 9 April 2019: Hubungan TAURUS dan Pasangan Semakin Solid

Kewaspadaan perlu ditingkatkan, apalagi mulai bulan Juni mendatang diprediksi akan memesuki musim kemarau yang cukup ekstrim. Sehingga sangat berpotensi munculnya kembali titik api dan kebakaran lahan di Riau.

"Iya, memang kalau prediski BMKG kan sampai Mei masih ada hujan, mudah-mudahan lah, dengan adanya hujan ini bisa meringankan tugas kita selama ini. Sekarang masih standby di posko, ada tiga Heli dari BNPB," kata Edwar Sanger.

Seperti diketahui, akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau sejumlah wilayah di Riau terkena dampak kabut asap. Kondisi ini membuat udara di sejumlah wilayah di Riau tidak sehat. Seperti yang terjadi di Dumai dan Rokan Hilir.

Bahkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang berada di Rohil menunjukkan udara di wilayah tersebut berada pada level sangat tidak sehat. Sedangkan di Kota Dumai, ISPU sudah menunjukkan pada level Tidak Sehat.

Personil gabungan dari TNI, Polri, Manggalan Agni, BPBD dan masyarakat setempat yang terlibat dalam proses pemadaman mencapai 5000 personil yang disebar di sejumlah wilayah di Riau.

Baca: Remaja 16 Tahun Nekat Gantung Diri setelah Dilarang Main Game PUBG, Polisi Dapati Fakta Ini

Sedangkan untuk kekuatan udara, ada 7 unit heli yang disiapkan untuk waterbombing. Diantaranya 3 unit dari BNPB dan 3 unit heli dari Sinarmas serta 1 unit heli dari KLHK. Sedangkan untuk patroli udara ada 5 unit. Diantaranya, 1 unit heli TNI AU, 1 unit heli TNI AD, 1 unit heli POLRI, 1 unit heli KLHK, 1 unit heli RAPP . Serta 1 pesawat jenis Cassa untuk Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Saksikan juga berita video menarik Tribun Pekanbaru dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved