Pekanbaru

Perwakilan Guru Sertifikasi Belum Berencana Datangi DPRD Kota Pekanbaru Kamis Ini

Awal pekan lalu para guru berencana bertemu lagi dengan dewan. Namun Perwakilan guru sertifikasi, Zulfikar belum memastikan bakal datang Kamis ini

Perwakilan Guru Sertifikasi Belum Berencana Datangi DPRD Kota Pekanbaru Kamis Ini
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Perwakilan Forum Guru Sertifikasi Kota Pekanbaru akhirnya bertemu Pimpinan DPRD Kota Pekanbaru, Senin (8/4/2019). Pertemuan ini adalah rangkaian aksi guru sertifikasi menuntut Tunjangan Penambah Penghasilan (TPP) dibayarkan pada tahun 2019. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Forum Guru Sertifikasi Kota Pekanbaru belum memastikan bakal menindaklanjuti pertemuan dengan DPRD Kota Pekanbaru. Forum Guru Sertifikasi Kota Pekanbaru sempat berencana ingin mempertanyakan hasil pembahasan Tunjangan Penambah Penghasilan (TPP) bagi guru sertifikasi.

Saat aksi awal pekan kemarin, para guru berencana bertemu lagi dengan dewan pada, Kamis (11/4/2019).

Perwakilan guru sertifikasi, Zulfikar belum memastikan para guru bakal datang Kamis ini.

Ia tidak memberi jawaban terkait rencana menemui anggota DPRD Kota Pekanbaru hingga, Rabu.(10/4/2019).

Terpisah, Walikota Pekanbaru, Firdaus MT mengaku masih menanti jawaban tertulis dari tiga kementrian.

Baca: Guru Sertifikasi yang Lakukan Aksi Tuntut TPP Tanggapi Rencana Sanksi dari Walikota Pekanbaru

Pasca tim dari Pemerintah Kota Pekanbaru dan perwakilan guru melakukan konsultasi di tiga kementrian beberapa waktu lalu.

Forum Guru Sertifikasi Kota Pekanbaru konsultasi dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, serta Kementrian Dalam Negeri.

Forum Guru Sertifikasi Kota Pekanbaru  juga datang ke Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI.

"Jadi kami menanti jawaban tertulis dari kementrian. Sebab ketiga kementrian menyebut bakal memberikan jawaban tertulis. Saat ini kami masih menanti," paparnya.

Baca: Pasca Aksi, Guru Kembali Jadi Pengawas USBN 2019 Tingkat SMP di Pekanbaru

Firdaus tidak menampik adanya rencana pemerintah kota memberi sanksi bagi guru sertifikasi yang tetap aksi turun ke jalan menuntut TPP.

Ia menyebut Mereka meninggalkan kelas saat aksi pada Maret 2019 lalu selama enam hari.

Firdaus sudah memaafkan dan menerima absen para guru kala itu. Ia beralasan agar para guru tetap menerima tunjangan sertifikasi bulan lalu.

Pemerintah juga sudah memberi kesempatan diskusi ke kementrian untuk sampaikan aspirasi. Maka walikota mengimbau agar para guru fokus menghadapi Ujian Nasional (UN) 2019.

Baca: Tiga Kementerian tak Melarang Guru Sertifikasi Pekanbaru Terima Tunjangan. Ini Tanggapan Pemko

"Jadi saya ingatkan kepada guru yang ikut dan kordinator, bahwa mereka adalah pegawai negeri," tegasnya. (Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)

Penulis: Fernando
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved