Pengakuan Pelaku Mutilasi Budi Hartanto, Ceritakan Kronologi Saat Dirinya Potong Kepala Korban

Barung menjelaskan kronologi awal pembunuhan dan mutilasi Budi. Budi ternyata dihabisi di sebuah warung kopi di jalan Surya, Kediri.

Pengakuan Pelaku Mutilasi Budi Hartanto, Ceritakan Kronologi Saat Dirinya Potong Kepala Korban
Facebook
Pelaku Pembunuh Budi Hartanto Memberikan Pengakuan 

Saat itu, pelaku diperkirakan berada di dalam bus menuju Jakarta.

"Informasi dari Ditreskrimum Polda Jatim, pelaku mutilasi segera akan ke Jakarta dengan menggunakan bus. Kita lakukan penyekatan jalan tol termasuk di pintu masuk Cikarang utama," kata Yusuf saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat.

Setelah dilakukan penangkapan, polisi langsung membuat laporan ke SPKT Polda Metro Jaya dan melimpahkan kasus tersebut ke Polda Jatim.

"Penangkapan dilakukan di tol dalam kota setelah orang dengan ciri-ciri yang sama berdasarkan informasi ditemukan dalam bus. Kemudian, dia dibawa ke SPKT untuk selanjutnya dilimpahkan ke Polda Jatim," ujar Yusuf.

AS berasal dari Blitar.

AS tercatat sebagai warga Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

Jarak rumah AS dengan lokasi penemuan jasad korban sekitar 1,5 kilometer.

Informasinya, polisi sudah menggeledah rumah AS di Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

Polisi juga menyita dua sepeda motor dari rumah orangtua AS.

Rumah Satu Pembunuh Guru Honorer Budi Hartanto Tak Jauh dari Lokasi Penemuan Jasad Korban di Blitar

Rumah AP alias AS,  satu di antara pembunuh guru honorer asal Mojoroto, Kota Kediri, di Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jumat (12/4/2019)/SURYA/SAMSUL HADI.

Dua sepeda motor yang disita polisi dari rumah AS, yaitu, Honda Scoopy dan Yamaha Mio.

Honda Scoopy warna abu-abu gelap itu diduga sepeda motor milik korban.

Honda Scoopy itu belum ada pelat nomornya.

Sedangkan Yamaha Mio yang disita warna merah hitam Nopol AG 3684 EV.

Sampai sekarang, belum diketahui Yamaha Mio itu milik siapa.

Dua sepeda motor itu dibawa ke Polres Blitar Kota.

Sedangkan AJ sehari-hari berjualan nasi goreng di warungnya Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

Pelaku diamankan polisi, Kamis (11/4/2019) malam di warungnya.

Pelaku masih belum lama membuka usaha berjualan nasi goreng. 

Karena masih baru, warga juga belum mengenalnya secara akrab.

"Sejak datang orangnya berjualan nasi goreng. Dia tinggal sendirian," ungkap Sujirah, yang rumahnya bersebelahan dengan warungnya.

Tidak banyak diketahui dari identitas pelaku, namun warga menyebutkan pelaku merupakan warga asli Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.

"Baru sekitar 10 hari buka nasi goreng di desa kami," ujarnya.

Sementara pantauan SURYA.co.id, Jumat (12/4/2019), kondisi warung juga acak-acakan.

Jualan nasi goreng hanya dilakukan pada malam hari.

Warga menyebutkan penjual nasi goreng ini orangnya seperti kebanci-bancian dan melambai.

Termasuk rekan-rekannya juga banyak dari komunitas yang sama. 

Kolase dua pelaku pembunuhan Guru Honorer di Jawa Timur dan Korbannya
Kolase dua pelaku pembunuhan Guru Honorer di Jawa Timur dan Korbannya (Facebook)

Kepala Segera Dimakamkan

Kepala guru honorer korban mutilasi Budi Hartanto (28) rencananya bakal langsung dimakamkan di Pemakaman Umum Kelurahan Tamanan, Kota Kediri, Jumat (12/4/2019).

Saat ini pihak keluarga masih berada di kamar ruang otopsi RS Bhayangkara, Kota Kediri. Rencananya kepala korban yang kondisinya sudah rusak bakal langsung dimakamkan.

"Nanti kepala korban dari rumah sakit langsung dimakamkan di pemakaman Tamanan," ungkap Nasuka, paman korban di ruang otopsi RS Bhayangkara.

Terkait pemakaman, kepala bakal dikubur di makam Budi Hartanto. Namun yang digali pada posisi bagian kepala.

Namun pemakaman kepala korban tidak akan disholatkan lagi. Rencananya Pak Modin hanya memanjatkan doa.

Diberitakan sebelumnya, korban mutilasi Budi Hartanto dimakamkan tanpa bagian kepala. Kepala korban ditemukan 8 hari pasca penemuan mayatnya di dalam koper.

Potongan kepala guru Budi Hartanto ditemukan di Sungai Kras, Dusun Plosokerep, Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.

Dalam foto-foto itu tampak sejumlah petugas gabungan Inafis Polda Jatim dan Polres Kediri menyisir Sungai Kras untuk menemukan potongan kepala itu, Jumat (12/4/2019).

Bagaimana potongan kepala ini bisa diketahui di Sungai Kras?

Ternyata, informasi keberadaan potongan kepala itu diketahui dari keterangan pelaku.

Tersangka membuang potongan kepala korban di Dam Sungai Bleber.

Selanjutnya gabungan petugas Inafis dari Polda Jatim dan Polres Kediri.

Setelah dilakukan pencarian dengan menyusuri tepian sungai akhirnya potongan kepala korban ditemukan di pinggir sungai.

Saat ditemukan potongan kepala terbungkus plastik serta karung.

Setelah diidentifikasi, selanjutnya potongan kepala korban dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk diotopsi.

Penemuan potongan kepala korban ini mengundang penasaran ratusan warga yang melihat petugas melakukan pencarian.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul TERUNGKAP Guru Budi Hartanto Dihabisi & Dimutilasi di Warkop Kediri, Dibuang ke Blitar karena ini dan Kompas.com dengan judul "Pelaku Mutilasi Guru Honorer Ditangkap di Bus Menuju Jakarta"

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved