Pemilu 2019

KPU Kuansing Pastikan Logistik sudah di PPS, Waspadai Sejumlah Wilayah, Lapor Kalau Ada Pelanggaran

KPU Kuansing pastikan logistik Pemilu 2019 sudah di PPS, waspadai sejumlah wilayah, lapor lalau ada pelanggaran di Kepulauan Meranti

KPU Kuansing Pastikan Logistik sudah di PPS, Waspadai Sejumlah Wilayah, Lapor Kalau Ada Pelanggaran
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
KPU Kuansing Pastikan Logistik sudah di PPS, Waspadai Sejumlah Wilayah, Lapor Kalau Ada Pelanggaran 

Setiap TPS sendiri menyiapkan 2 persen surat suara untuk DPK. Setiap TPS di mana setiap TPS memiliki 300 pemilih.

Ahdanan memastikan bila surat suara masih ada, maka akan tetap dilayani warga memilih yang masuk dalam kategori DPK.

"Kita pastikan kalau masih ada surat suara, kita akan tetap layani," ucapnya.

Khawatirnya atas tiga kecamatan tersebut, Ahdanan sudah menjadwalkan dirinya akan memantau langsung tiga kecamatan tersebut. Ia ingin memastikan pemilu serentak di tiga kecamatan tersebut berjalan lancar.

Baca: BUKAN Kampanye Politik, CEWEK CANTIK Asal Pekanbaru Ini Kampanyekan Peduli Sampah dan Kebersihan

Baca: Kisah CEWEK CANTIK Berbisnis Pakaian, Layani Pelanggan Off dan On hingga Raup Omset sampai Rp 6 Juta

Baca: Mahasiswi CANTIK dan Cewek Cantik Bisnis Sampingan Make Up Artis, Belajar dari Tutorial di Youtube

"Dimana perkiraan ada masalah, saya akan berada disitu," ujarnya.

Sementara itu di Kepulauan Meranti, Laporkan Bila ada Pelanggaran Selama Pengumpulan dan Penghitungan Suara.

Mengantisipasi potensi pelanggaran selama tahapan Pemungutan dan penghitungan suara Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepulauan Meranti, Riau, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawasi Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Komisioner Bawaslu Kepulauan Meranti, Romi Indra SE, pada Selasa (16/4/2019) mengatakan pengawasan secara bersama dengan masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan pemilu yang bersih, bermartabat dan berintegritas serta dalam rangka menegakkan keadilan Pemilu.

"Kami juga menghimbau apabila warga menemukan pelanggaran politik uang atau menjanjikan atau pemberian sembako atau materi lainnya agar melaporkan segera kepada Bawaslu Kepulauan Meranti atau Pengawas pemilu terdekat. Dokumentasikan (foto dan video) peristiwa tersebut, pelaku menjanjikan atau memberikan politik uang, dapat diancam dengan pidana penjara paling lama selama 3 tahun dan denda (Pasal 523 ayat (3) UU 7 2017," ungkapnya.

Romi juga menuturkan, ancaman pidana juga terdapat pada pasal pidana pemilu, Pasal 533 UU 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum menyebutkan bahwa setiap orang yang pada saat pemungutan suara mengaku dirinya sebagai orang lain dan atau memberikan suaranya lebih dari (1) satu kali di 1 (satu) TPS atau lebih dipidana penjara paling lama 1 tahun 6 bulan dan denda.

Baca: 6 Caleg Cantik GOYANG Pekanbaru dan Riau, Wakili Perempuan, dari Pengusaha hingga Politikus Sejati

Baca: Kisah CALEG CANTIK Asal Pekanbaru Door to Door Raih Simpati Warga hingga Sosialisasi Pencoblosan

Baca: CALEG CANTIK Partai Gerindra di Pekanbaru Diintimidasi dan Diancam Preman, Secarik Kisah Wan Aniska

Halaman
1234
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved