Siak

Parlementaria Siak - Ketua DPRD Komit Perjuangkan Pembangunan Teluk Lanus

Ketua DPRD Siak Indra Gunawan, SE kerap berkunjung ke kampung terisolasi kabupaten Siak, yakni kampung Teluk Lanus.

Parlementaria Siak - Ketua DPRD Komit Perjuangkan Pembangunan Teluk Lanus
DPRD Siak
Ketua DPRD Siak mengunjungi kampung Teluk Lanus, mengecek pembangunan di kampung paling jauh di kabupaten Sungai Apit itu. 

Parlementaria Siak - Ketua DPRD Komit Perjuangkan Pembangunan Teluk Lanus

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Ketua DPRD Siak Indra Gunawan, SE kerap berkunjung ke kampung terisolasi kabupaten Siak, yakni kampung Teluk Lanus. Ia memastikan perkembangan pembangunan yang telah dianggarkan di APBD Siak.

 
Kampung Teluk Lanus merupakan kampung tanpa akses jalan darat. Terletak di paling ujung kecamatan Sungai Apit. Menuju ke sana, harus menumpang kapal kayu atau sewa speedboat dari pelabuhan Tanjung Buton. Bila cuaca sedang berpihak, pelayaran dari pelabuhan menuju dermaga sederhana di kampung itu bisa memakan waktu 4 jam. Jika cuaca buruk bisa lebih lama lagi. 
 
Lima tahun lalu, kampung itu hanya berpenduduk 60 Kk. Mereka hidup tanpa listrik dan tanpa akses jalan yang memadai. Pemerintah membagikan lahan sawah kering untuk mereka agar bertahan hidup. 
 
Melihat kondisi yang memprihatinkan tersebut, Indra Gunawan memperjuangkan aspirasi masyarakat agar Pemkab Siak mengarahkan pembangunan ke sana. Secara berangsur, kampung Teluk Lanus dibenahi. Fasilitas umum mulai dibangun untuk masyarakat setempat.
 
"Kami bersama-sama di DPRD Siak memperjuangkan setiap pembahasan. Saya cek, apa program untuk Teluk Lanus, kemudian kami kawal hingga ketuk palu," kata dia, Selasa (16/4/2019).
 
Dua pekan lalu, Indra sengaja turun ke Teluk Lanus mengecek perkembangan. Perkembangan sangat pesat bila dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain sebagai ketua DPRD Siak Indra juga dikenal sebagai warga setempat. 
 
"Kini penduduk sudah 600 kk. Sawah tidak lagi digarap dengan cara manual, dan irigasi sudah sangat lancar," ujar Indra Gunawan.
 
Pihaknya memperjuangkan aspirasi masyarakat agar Pemda Siak mencetak sawah pada tahun -tahun sebelumnya. Saat ini, sawah yang terbentang di kampung itu sudah 1.200 Ha. Seluas 800 Ha sudah dapat dimanfaatkan masyarakat. 
 
"Pembangunan irigasi yang digesa sejak 2015 lalu juga telah membuahkan hasil. Petani sawah kini sudah bisa panen 3 kali setahun," kata dia.
 
Indra juga sempat menggesa Pemkab Siak untuk membangun jalan dari Tanjung Umpal ke kampung itu. Namun karena APBD Siak jauh berkurang pada 2015 lalu, maka warga meminta agar Pemkab Siak menyelesaikan pembangunan irigasi.
 
"Itu yang lebih diperlukan oleh masyarakat. Meski pada sesungguhnya jalan juga sangat krusial. Ya sudah dicari jalan keluar yakni Pemkab mengadakan transportasi laut yang digratiskan untuk warga," kata dia.
 
Hingga saat ini, transportasi laut gratis itu masih terus dianggarkan. Warga setempat tidak lagi memikirkan ongkos bila datang ke Sungai Apit.
 
"Selain itu, kita juga menggesa pembangunan listrik. Melalui APBN Pemkab Siak juga berhasil membangun PLTS dan terakhir ditambah dengan PLTD. Jadi kampung itu saat ini sudah mulai sama dengan kampung -kampung yang ada di pusat kecamatan," kata dia.
 
Indra juga senang, falitas kesehatan dan pendidikan juga sudah mulai membaik di Teluk Lanus. Puskesmas pembantu sudah dilengkapi dengan tenaga medis yang memadai. Warga yang mengalami sakit atau mau melahirkan tidak perlu lagi harus ke pusat kecamatan di Sungai Apit. 
 
"Untuk pendidikan, di Teluk Lanus sudah ada TK, SD, SMP dan SMA kelas jauh," kata dia.
 
Walaupun sudah mengalami perkembangan yang signifikan, Indra masih merasa tanggungjawabnya terhadap Teluk Lanus belum selesai. Pihaknya akan terus mengontrol perkembangan Teluk Lanus. 
 
"Ke depan yang mesti kita tingkatkan adalah akses jalan kampung dan memaksimalkan lahan pertanian," kata dia. (Adv)
 
Penulis: Mayonal Putra
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved