Pilpres 2019

Caleg Ini Gagal Tembus Parlemen dan Ingin Jual Ginjal Demi Bayar Utang Kampanye Sebesar Rp420 Juta

Ia mencalonkan diri sebagai caleg Dapil 4 Kabupaten Pekalongan, tetapi gagal mendapatkan suara yang bisa mengantarnya ke kursi DPRD sehingga kabur

Caleg Ini Gagal Tembus Parlemen dan Ingin Jual Ginjal Demi Bayar Utang Kampanye Sebesar Rp420 Juta
Warta Kota Panji Baskhara Ramadhan
Chandra Saputra (26), di Medjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/05/2013) 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Salah satu hal yang niscaya terjadi dalam pemilu legislatif 2019 adalah adanya calon-calon anggota legislatif yang gagal mendapat suara yang cukup untuknya lolos ke parlemen.

Kondisi ini tak jarang berujung pada kondisi kejiwaan dari "si caleg gagal", atau kadang juga keruntuhan kondisi ekonomi akibat dana besar yang digunakan untuk kampanye.

Apalagi, jika dana kampanye tersebut berasal dari utang yang jumlahnya sangat besar.

Seperti yang terjadi pda seorang caleg asal Pekalongan berikut ini pada pemilu legislatif 2014 silam.

Chandra Saputra (26), warga Pekalongan, Jawa Tengah, sudah 10 hari berada di Jakarta. Dikejar utang dana kampanye, caleg gagal ini ingin jual ginjal miliknya.

Baca: SUARA 19 Provinsi Berhasil Dikuasai PRABOWO-SANDI, Hasil QUICK COUNT Pilpres 2019 Seluruh Indonesia

Baca: SUARA 19 Provinsi Berhasil Dikuasai PRABOWO-SANDI, Hasil QUICK COUNT Pilpres 2019 Seluruh Indonesia

Ia mencalonkan diri sebagai caleg Dapil 4 Kabupaten Pekalongan, tetapi gagal mendapatkan suara yang bisa mengantarnya ke kursi DPRD sehingga kabur dari kampungnya di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, karena dikejar-kejar penagih utang.

Kepergiannya ke Jakarta hanya untuk menjual ginjalnya dan rencananya uang tersebut akan dipakai untuk melunasi sejumlah utangnya sekitar Rp420 juta.

Uang sebesar itu dipergunakan untuk biaya kampanye Pemilihan Caleg 2014 Dapil 4 Kabupaten Pekalongan.

Dikejar Utang Dana Kampanye, Caleg Gagal Ingin Jual Ginjal
Ade Sulaeman/Dikejar Utang Dana Kampanye, Caleg Gagal Ingin Jual Ginjal

"Saya dari tanggal 5 Mei sudah di Jakarta. Saya dari kampung di Kecamatan Cepu, naik kereta turun di Stasiun Jatinegara," ujarnya saat diwawancarai Warta Kota, Selasa (13/5/2014), di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, tempat ia mengasingkan diri.

Ia mengaku hanya membawa delapan setel di tas kopor berwarna coklatnya. Selain itu, tas hitam kecilnya untuk menyimpan satu charger untuk pengisian baterai gadget Samsung Mega dan BlackBerry Torch hitamnya.

Halaman
12
Editor: CandraDani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved