Breaking News:

Kepulauan Meranti

Ancam Cabut Izin Kilang Sagu di Teluk Meranti yang Tidak Olah Limbah dengan Baik

Ada empat item sanksi teguran yang akan diterapkan, yakni surat teguran tertulis, surat paksaan pemerintahan, pembekuan izin, dan pencabutan izin.

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/ist
Ilustrasi sagu 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan (DLH) Kepulauan Meranti Hendra Putra menyebutkan sudah memberikan teguran keras terhadap puluhan kilang sagu yang buruk dalam pengelolaan limbah sehingga mencemari lingkungan.

DLH mengintruksikan, agar dalam waktu satu tahun puluhan kilang tersebut memperbaiki dan melakukan restrukturisasi sistem pengelolaan limbahnya. Bila hal itu tidak dilakukan, maka izin operasionalnya akan dicabut.

Menurutnya, temuan pelanggaran oleh puluhan kilang tersebut, adalah hasil peninjauan yang dilakukan pada seluruh kilang sagu.

Banyak terdapat kesalahan dalam pengelolaan limbah. Baik itu pengelolaan limbah yang tidak baik, perawatan kolam limbah juga tidak ada, selain itu kolam limbah dibiarkan begitu saja.

Ada empat item sanksi teguran yang akan diterapkan, yakni surat teguran tertulis, surat paksaan pemerintahan, pembekuan izin, dan pencabutan izin.

"Keempat sanksi itu kita terapkan per triwulan, jadi sanksi itu bertahap mulai dari surat ketentuan tertulis sampai dengan pencabutan izin operasional. Kita sudah menginstruksikan, agar perusahaan-perusahaan tersebut, segera melakukan perbaikan. Jika tidak, maka kita akan berikan sanksi tegas,” ungkap Hendra.

Sebelumnya Wabup Drs H Said Hasyim meminta agar kilang sagu membandel terkait sistem pengelolaan limbah yang mencemari lingkungan ditutup operasionalnya.

Hal itu ditegaskannya, karena ada beberapa kilang sagu yang tidak mau berkomitmen untuk membenahi sistem pengelolaan limbahnya, padahal pemilik kilang sudah diberi kebijakan untuk membenahinya.

Dikatakan Said, saat ini pembuangan limbah dari kilang sagu sudah tidak terkontrol lagi. Akibatnya banyak sungai di Kepulauan Meranti menjadi tercemar, ekosistem dan biota di sekitarnya pun ikut musnah. (Tribunpekanbaru.com/teddy tarigan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved