Kecewa Banyak Suara Hangus, Caleg di Inhil Kritik Pelaksanaan Pemilu 2019

Beberapa caleg di Kabupaten Inhil mengaku deg-degan menunggu hasil pemilu 2019. Namun ada yang mengkritik pelaksanaan pemilu karena berbagai hal.

Kecewa Banyak Suara Hangus, Caleg di Inhil Kritik Pelaksanaan Pemilu 2019
ist
Logo KPU 

tribunpekanbaru.com - Seluruh masyarakat Indonesia masih memunggu hasil resmi perhitungan Pemilu 2019 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Begitu juga bagi para calon legislatif (caleg) yang ikut bertarung dalam kontestasi lima tahunan tersebut.

Para caleg sedang menunggu hasil dari upaya yang telah mereka lakukan untuk meyakinkan masyarakat selama masa kampanye. Ada yang santai tapi deg–degan dalam menunggu hasil resmi, ada juga yang optimistis namun kecewa dengan pelaksanaan pemilu kali ini.

Pelaksanaan pemilu 2019 yang juga serentak dengan pemilihan presiden, menjadi kendala tersendiri bagi bagi HM Yusuf Said. Menurut caleg Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ini, pelaksanaan yang bersamaan dengan pilpres membuat banyak hal tidak tersosialisasi dengan baik, sehingga persentase suara hangus cukup besar.

“Bahkan di beberapa TPS suara hangus (tidak sah) lebih unggul dari yang tidak hangus (sah),” ujar mantan anggota DPRD Inhil ini kepada Tribun, Jumat (19/4).

Ukuran kotak suara yang kecil dan tidak sesuai dengan ukuran surat suara yang besar, menurutnya membuat banyak masyarakat yang tidak membuka surat suara secara sempurna, sehingga masyarakat tidak menyadari telah mencoblos berlapis–lapis dan merusak surat suara.

“Khususnya untuk DPD, jadi orang hanya liat sampai gambar calon pilihannya langsung coblos, akhirnya berlapis lapis. Banyak sekali persentasenya, kalau kita lihat di datanya akan cukup besar. Ini termasuk kekecewaan kita, seharusnya (suara) ke kita jadi nggak ke kita,” tuturnya kecewa.

Meskipun begitu, dirinya mengaku masih optimistis dengan hasil yang nantinya akan diumumkan resmi oleh KPU, dan berharap ini jadi perhatian KPU di pemilu mendatang. “Masih menunggu KPU, masih menunggu data. Kita harus optimistis. Semoga ke depan lebih baik lagi,” terangnya.

Berbeda dengan HM Yusuf Said, Muridi Susandi yang caleg, tampak lebih santai di pencalonan perdananya ini. Setelah memantau hasil–hasil sementara di TPS di Daerah Pemilihan (Dapil) 1, caleg DPRD Kabupaten Inhil nomor urut 5 dari Partai Golkar ini mengaku penasaran dengan hasil resmi KPU.

“Alhamdulillah suara saya unggul di 3 TPS Tembilahan Kota. Mulai deg–degan ni, tapi apapun hasilnya nanti, duduk tak duduk Insya Allah saya puas,” ujar pria yang biasa disapa Sandi ini.

Menurutnya, hasil tidak menjadi masalah, karena dirinya telah berjuang dengan jujur untuk meyakinkan masyarakat sepenuh hati tanpa embel-embel apapun.

"Saya banyak dialog bersama masyarakat, menolong masyarakat dalam berbagai hal, seperti kepengurusan data penduduk masyarakat. Itulah modal saya mendapat kepercayaan masyarakat. Saya tak ada bagi-bagi souvenir apalagi uang untuk menarik simpati masyarakat. Duduk tidak duduk, saya akan tetap bantu masyarakat yang butuh bantuan sebisa saya," katanya. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved