Breaking News:

Berita Riau

Pemugaran Cagar Budaya Bisa Mengaburkan Jejak Sejarah

Ratusan bangunan, struktur, situs, dan kawasan yang seharusnya merupakan cagar budaya di Riau dalam keadaan terbiar, rusak.

TribunPekanbaru/MelvinasPriananda
Pekerja melakukan perbaikan dengan membangun pagar terhadap kawasan cagar budaya Rumah Singgah - Tuan Kadi di Jalan Perdagangan Pekanbaru, Kamis (20/8/2015). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Riau akan mengadakan kelompok diskusi, Selasa (23/4/2019) mendatang.

Diskusi ini dalam rangka peringatan Hari Warisan Dunia (World Heritage Day) yang diperingati pada setiap tanggal 18 April setiap tahunnya.

Diskusi tersebut akan membahas tentang banyak hal terkait dengan cagar budaya di Riau.

Sebagai salah satu kawasan tempat bertapak pusat-pusat peradaban Melayu sejak berabad-abad lampau.

Selain itu Provinsi Riau juga banyak menyimpan benda-benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan cagar budaya, baik di darat maupun di dalam air.

"Sejumlah cagar budaya itu memang sudah kita identifikasi, sebagian sudah diregistrasi dan ditetapkan sebagai cagar budaya daerah dan nasional. Sebagian sudah pula disentuh oleh kegiatan-kegiatan pelestarian," kata Kepala Disbud Riau Raja Yoserizal Zen, Jumat (19/4/2019).

Baca: 100 Suara Saya Hilang di TPS 06 Bandar Picak, Calon Anggota DPD RI Jefry Noer Merasa Dicurangi

Baca: Jelang Libur Panjang, Jumlah Penumpang di Pelabuhan Sei Duku Kota Pekanbaru Menurun

Cagar yang dimaksud Yoserizal seperti Candi Muara Takus, komplek Istana Siak, Istana Rokan, Tapak Kerajaan Indragiri, beberapa masjid dan bangunan-bangunan serta makam-makam tua, benteng, dan peninggalan bersejarah lainnya.

Jika melihat pada laporan Ekspedisi Kebudayaan Empat Sungai yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kemasyarakatan (P2KK) Universitas Riau beberapa tahun yang lalu, bahwa ratusan bangunan, struktur, situs, dan kawasan yang seharusnya merupakan cagar budaya di Riau dalam keadaan terbiar, rusak. Sehingga terancam punah.

Misalnya ada bangunan tua yang khas ditinggalkan penghuninya yang pindah ke tempat lain.

Baca: Sapi Mati Diganti Rp 10 Juta,Pemerintah Beri Subsidi, Premi Asuransi Ternak Rp 40 Ribu Per Tahun

Akibatnya, bangunan itu lapuk. Ada pula struktur, situs, dan kawasan yang dirusak oleh pembangunan jalan, kebun, dan sebagainya.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Hendra Efivanias
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved