Penasaran dengan Madura United, Arema FC Ingin Ajak Uji Coba Sebelum Liga 1

Arema mengaku cukup penasaran dengan skuad Madura United yang bertabur bintang. Arema pun ingin mengajak Madura United uji coba.

Penasaran dengan Madura United, Arema FC Ingin Ajak Uji Coba Sebelum Liga 1
PSSI.ORG
Skuad Arema saat tampil di Piala Presiden lalu. Arema ingin mengajak Madura United uji coba jelang Liga 1 digulirkan. 

tribunpekanbaru.com - Manajer umum Arema FC, Ruddy Widodo, mengaku penasaran dengan kekuatan teranyar Madura United. Karena itu, mereka mengajak Laskar Sape Kerrab beruji coba sebelum Singo Edan menjalani laga perdana Liga 1 pada 12 Mei mendatang.

Ruddy mengatakan, ia sempat berharap Arema bertemu Madura United di final Piala Presiden lalu. Namun itu tidak terwujud setelah tim besutan Dejan Antonic itu dikandaskan Persebaya di semifinal. Ruddy menyatakan, dalam waktu dekat bakal menjalin komunikasi dengan Madura United.

“Kemarin bertemu Persebaya di final, tekanannya dapat sewaktu kami bermain di leg pertama di Surabaya. Saya anggap anak-anak lolos tes mental. Tapi saya masih ingin bertemu dengan MU yang katanya Los Galacticos, entah itu di dalam laga uji coba atau bagaimana,” kata Ruddy di kutip Wearemania.

“Pokoknya sebelum kompetisi, saya ingin Arema bertanding melawan MU. Sejauh ini belum ada komunikasi dengan mereka. Setidaknya ada waktu sampai 12 Mei, lumayan panjang,” tuturnya.

Ruddy menambahkan, Arema memiliki waktu cukup untuk mematangkan persiapan menyambut Liga 1. Menurutnya, jajaran pelatih telah melakukan evaluasi untuk memperbaiki kelemahan di dalam tim.

“Saat ini kami sudah mengantongi kelemahan tim kami, masih ada waktu sebelum kompetisi resmi dimulai. Ini kami manfaatkan untuk menutupi kekurangan tim yang masih terlihat di pramusim,” ungkap Ruddy.

Di luar itu, Arema juga masih terus melengkapi skuat agar lebih kuat. Ruddy Widodo juga mengakui timnya masih butuh satu stopper lagi. Saat ini pemain yang sering jadi duet stopper adalah Hamka Hamzah dan Arthur Cunha. Ada pula Ikhfanul Alam dan Rachmat Latief yang kerap jadi pelapis. Selain itu, juga ada Hanif Abdurrauf Sjahbandi dan Pavel Smolyachenko yang bisa di posisi itu.

Penambahan pemain dibutuhkan untuk mengantisipasi jadwal padat yang bakal dijalani tim Singo Edan pada musim ini. "Kami masih cari satu stopper lokal, tapi kebutuhannya tidak mendesak," kata Ruddy.

Dia pun mengakui saat ini sulit mendapatkan stopper berkualitas karena umumnya sudah punya klub. Apalagi Arema tidak ingin asal dalam merekrut pemain. "Kalau kualitasnya di bawah stopper yang ada, lebih baik tidak menambah pemain," terangnya. (rin)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved