Pilpres 2019

Ratusan Brimob Dikerahkan ke Jakarta, Kubu Prabowo: Jangan Timbulkan Kesan Ibukota Tidak Aman

Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjutak angkat bicara terkait pengerahan ratusan personel Brimob ke Jakarta

Ratusan Brimob Dikerahkan ke Jakarta, Kubu Prabowo: Jangan Timbulkan Kesan Ibukota Tidak Aman
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
Dahnil Anzar Simanjuntak. 

Ratusan Brimob Dikerahkan ke Jakarta, Kubu Prabowo: Jangan Timbulkan Kesan Ibukota Tidak Aman

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjutak angkat bicara terkait pengerahan ratusan personel Brimob ke Jakarta.

Menurut Dahnil pihak kepolisian jangan terlalu berlebihan sehingga menimbulkan kesan bahwa kondisi ibu kota tidak aman.

 

"Saya pikir waspada silakan, jadi terkesan jangan berlebihan gitu ya, jadi terkesan bahwasanya situasi kita tidak aman," kata Dahnil di posko pemenangan Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta, Selatan, Selasa, (23/4/2019).

Menurut Dahnil kondisi tersebut kurang baik di mata dunia internasional. Karena terkesan Indonesia sekarang dalam kondisi gawat darurat.

Baca: Laga Menuju Juara, Live Streaming Alaves Vs Barcelona Video Dinihari Nanti

Baca: PKS Banyak Didatangi Petinggi Parpol yang Minta Form C1, Namun Ditolak karena Itu Amanah Rakyat

Baca: Klaim Dapat 21 Persen Suara di Riau, PKS Komit Perjuangkan Program di Senayan

Personel Wanteror Brimob membebaskan sandera dalam peragaan sistem keamanan kota (Sispamkota) Pemilihan Umum (Pemilu) di Simpang Balapan, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (11/4/2019). Peragaan Sispamkota menjelang Pemilu ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel Polres Malang Kota dan instansi lainnya menghadapi potensi kerusuhan yang bisa saja terjadi. Surya/Hayu Yudha Prabowo
Personel Wanteror Brimob membebaskan sandera dalam peragaan sistem keamanan kota (Sispamkota) Pemilihan Umum (Pemilu) di Simpang Balapan, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (11/4/2019). 

"Jadi Justru kondisi seperti itu tidak baik dilihat oleh dunia internasional, dunia internasional kan tidak paham ketika ada simbol simbol orang bersenjata dan bersergam dikerahkan dalam jumlah yang besar pasti ada kegawat daruratan, nah itu justru memperburuk citra Indonesia di dunia internasional cara-cara begitu, jadi justru harusnya di era demokrasi pola pola dialogis itu yang di kedepankan," katanya.

Baca: Banyak Kesalahan Penulisan Data, PPK Pangkalan Kerinci Baru Tuntaskan 14 TPS dari Total 225

Menurut Dahnil masyarakat Indonesia sudah dewasa dalam berdemokrasi. Hanya saja menurutnya kuncinya pemerintah menghadirkan keadilan.

"Kalau pemerintahnya bisa berlaku adil, kalau politik kita itu mempertontonkan politik berkeadilan enggak masalah, hampir semua teori di dunia ini menyatakan di suatu negara hancur, rusak karena ketidakadilan, maka pemerintah, aparatur, termasuk polisi adalah memastikan keadilan hukum jangan menggunakan keadilan hukum, jangan menggunakan hukum untuk kepentingan politik," tuturnya.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (Tribunnews.com/ Vincentius Jyestha)

Adapun menurut Dahnil terkait protes yang disampaikan masyarakat dalam penyelenggaraan Pemilu hal itu merupakan hal yang lumrah dalam negara demokrasi. Tidak ada larangan dalam konsitusi untuk menyampaikan pendapat.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengaku telah menanyakan ke pihak Mako Brimob terkait pengerahan ratusan personel Brimob ke Jakarta.

Halaman
12
Editor: M Iqbal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved