Pelalawan

Sidang Pembunuhan Aktivis di Pelalawan Riau, Sekdes Temi Mengaku Atas Intruksi Kades Arianto

Sidang mengagendakan pemeriksaan saksi mahkota terhadap terdakwa Syafri yang menjadi eksekutor dalam pembunuhan Daud Hadi pada 10 April 2018 lalu.

Sidang Pembunuhan Aktivis di Pelalawan Riau, Sekdes Temi Mengaku Atas Intruksi Kades Arianto
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan Provinsi Riau kembali menggelar sidang lanjutan pembunuhan aktivis Daud Hadi di Desa Sialang Godang Kecamatan Bandar Petalangan, Rabu (24/4/2019) sore lalu di ruang sidang cakra. 

Sidang Pembunuhan Aktivis di Pelalawan Riau, Sekdes Temi Mengaku Atas Intruksi Kades Arianto

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan Provinsi Riau kembali menggelar sidang lanjutan pembunuhan aktivis Daud Hadi di Desa Sialang Godang Kecamatan Bandar Petalangan, Rabu (24/4/2019) sore lalu di ruang sidang cakra.

Sidang dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai oleh Melindah Aritonang SH MH sebagai ketua didampingi Ria Ayu Rosalin SH MH dan Rahmat Hidayat Batubara SH MH sebagai hakim anggota. Jaksa Penuntut Hukum (JPU) dari Kejari Pelalawan dihadiri Marthalius dan Andy.

Sidang mengagendakan pemeriksaan saksi mahkota terhadap terdakwa Syafri yang menjadi eksekutor dalam pembunuhan Daud Hadi pada 10 April 2018 lalu.

JPU menghadirkan terdakwa Temi Supriadi yang merupakan mantan Sekretaris Desa Sialang Godang dan terdakwa Arianto bekas Kades Sialang Godang untuk bersaksi bagi terdakwa Syafri.

Terdakwa Temi Supriadi mendapat giliran pertama diperiksa oleh majelis hakim, JPU, maupun kuasa hukum Syafri.

Berbagai pertanyaan dicecar kepada terdakwa Temi terkait peranan Syafri dalam menghilangkan nyawa aktivis tersebut.

Mulai dari proses perencanaan antara terdakwa Arianto dengan Syafri yang kemudian ditindaklanjuti Temi untuk memuluskan rencana.

"Saya yang menyuruh saudara Syafri untuk membunuh Daud Hadi atas intruksi dari saudara Arianto," kata Temu menjawab pertanyaan majelis hakim.

Baca: Hari Terakhir UNBK SMP, Disdik Pekanbaru Akui Sempat Ada Kendala Teknis di Sejumlah Sekolah

Temi menerangkan, pembunuhan direncakan satu bulan sebelum hari naas itu.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved