Indragiri Hilir

Desanya Jadi Pintu Masuk Percobaan Narkoba 50 kg, Ini Komentar Kades Kotabaru Inhil Riau

Percobaan penyelundupan sabu seberat 50 kg melalui Pelabuhan buruh Desa Kotabaru Seberida, Inhil Riau sangat tidak disangka oleh masyarakat.

Desanya Jadi Pintu Masuk Percobaan Narkoba 50 kg, Ini Komentar Kades Kotabaru Inhil Riau
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
FOTO ILUSTRASI - Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau melakukan pemusnahan terhadap barangbukti narkotika jenis sabu-sabu hampir 2,9 kg, Jumat (12/4/2019) di halaman Kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau.(Tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

Desanya Jadi Pintu Masuk Percobaan Narkoba 50 kg, Ini Komentar Kades Kotabaru Inhil Riau

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN – Percobaan penyelundupan sabu seberat 50 kg melalui Pelabuhan buruh Desa Kotabaru Seberida, Kecamatan Keritang sangat tidak disangka oleh masyarakat.

Apalagi pasar Desa Kotabaru yang selalu ramai meskipun sudah tutup, membuat percobaan penyelundupan oleh pelaku yang juga warga Desa Kotabaru ini bisa dikatakan nekat.

“Di Kotabaru ini orangnya cukup padat. Pasarnya memang tak buka (24 jam), tapi ramai orangnya, ada sampai pagi,” ujar Kepala Desa (Kades) Kotabaru Seberida, Tarmizi Yusuf kepada Tribun Pekanbaru, Kamis (25/4/2019).

Baca: Ustaz Abdul Somad dan Aa Gym Jelaskan Hukum Orang yang Suka Curang, Licik dan Dzolim

Tarmizi menilai, pelaku mungkin beranggapan bisa lolos dengan mengerjakan sesuatu yang tidak dilakukan orang pada umumnya di malam hari.

“Mugkin dia mengira, suatu hal yang tak mungkin dikerjakan di tengah pasar (pelabuhan) mungkin perkiraannya itu. Tapi sidah tercium oleh BNN,” tuturnya.

Mengenai peredaran narkoba di Desa Kotabaru Seberida, menurutnya sudah sangat mengkhawatirkan.

Baca: Bukan Maksud Nakut-nakuti, Pesan Jurgen Klopp untuk Man City Ini Bikin Persaingan Makin Panas

Apalagi bukan kali ini saja terjadi percobaan penyeludupan sabu dengam jumlah besar melalui kotabaru.

“Kalau Kotabaru ini sangat tinggi sekali untuk sabu, dua kali yang besar, tangkap satu, satu lagi muncul bandarnya. Saya selalu berikan arahan kepada keluarga disini, kalau untuk pemberantasan sulit, sekedar mengimbau dan mengajak jangan dekati itu aja, jadi PR yang tidak selesai,” pungkas Tarmizi.(Tribuntembilahan.com/T. Muhammad Fadhli).

Saksikan juga berita video menarik Tribun Pekanbaru dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved