Kepulauan Meranti
Sulap Limbah Kulit Sagu Jadi Berbagai Kerajinan Menarik
Limbah kulit sagu yang dikenal dengan istilah Uyung ternyata bisa dimanfaatkan menjadi bahan yang bernilai.
Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI - Limbah kulit sagu yang dikenal dengan istilah Uyung ternyata bisa dimanfaatkan menjadi bahan yang bernilai.
Selain bisa digunakan sebagai lapisan pondasi jalan dan arang briket, uyung ternyata juga bisa dibuat menjadi berbagai produk kerajinan tangan.
Seperti peralatan rumah tangga. Seperti sendok makan, sendok goreng, sendok sayur dan sumpit.
Bahkan, ada juga berbagai macam hiasan dinding dan gantungan kunci.
Kepala Bidang Perindustrian Disdagprinkop-UKM Kabupaten Kepulauan Meranti, Marwan SE melalui Kepala Seksi Industri Logam, Mesin Elektronika, Aneka dan Kerajinan Miftaulaid menyebutkan berbagai kerajinan tersebut dihasilkan lewat Bimbingan Teknis Pengolahan Limbah Kulit Sagu di Desa Sungaitohor Kecamatan Tebingtinggi Timur, yang dimulai dari Selasa (23/4/2019) hingga Kamis (25/4/2019).
"Kegiatan ini kerjasama Dinas Perindustrian Provinsi Riau dan Disdagprinkop-UKM Meranti," kata Mifta Jumat (26/4/2019).
Sebanyak 30 orang perajin ikut dalam kegiatan tersebut. Lima peserta berasal dari Kecamatan Tebingtinggi dan sisanya dari Kecamatan Tebingtinggi Timur.
Bimtek ini dipusatkan di Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Sagu Sungaitohor yang dibangun 2018 lalu.
"Alhamdulilah tahun ini sudah dapat difungsikan. Tempat maupun peralatan yang digunakan selama pelatihan milik Sentra IKM Sagu Sungaitohor," jelasnya.
Kepala Dinas Dagprinkop-UKM Kepulauan Meranti, Mohamad Aza Faroni yang membuka secara langsung kegiatan tersebut mengatakan limbah kulit sagu yang jumlahnya melimpah
bisa dikelola menjadi sumber pendapatan yang cukup ekonomis.
Dengan kreativitas, para pengrajin diharapkan mampu menciptakan bermacam-macam produk cenderamata, aksesoris dan barang kebutuhan lainnya.
Adapun sebagai narasumber didatangkan langsung instruktur pengrajin handycraft dari Yogyakarta, Zainal dan Penyuluh Perindag Madya Disprin Provinsi Riau, Chaikal, SSos. (Tribunpekanbaru.com/teddy tarigan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/bimbingan_teknis_pengolahan_limbah_kulit_sagu_di_desa_sungaitohor_kepulauan_meranti_riau.jpg)