Breaking News:

Berita Riau

Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor di Riau Rp 330,6 M dari Target Rp 1,062 Triliun

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) masih menjadi primadona untuk meningkatkan PAD bagi Pemprov Riau dari sektor pajak daerah.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
Istimewa
FOTO ILUSTRASI - Kantor Samsat Selatan Pekanbaru. 

Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor di Riau Rp 330,6 M dari Target Rp 1,062 Triliun

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) masih menjadi primadona untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemprov Riau dari sektor pajak daerah.

Hingga akhir pekan kemarin, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Riau mencatat realisasi PKB sudah mencapai Rp. 330,6 miliar atau 31,11 persen dari target Rp1,062 triliun.

"Kalau realisasi PKB, sejauh ini angkanya masih terus bergerak. Angkanya lebih tinggi dari tahun lalu. Dengan priode yang sama tahun 2018 lalu hanya sekitar Rp. 321,8 miliar," kata Kepala Bidang Pajak, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau, Ispan S Syahputra, Minggu (28/4/2019).

Baca: FOTO Lihat Isi Kemasan Oppo F11 Pro Avengers Edition, Ini 4 Fakta Smartphone Seharga Rp 5,3 Juta Ini

Kemudian, pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) tahun ini terjadi penurunan dari tahun sebelumnya yang realisasinya mencapai Rp278 miliar. Sedangkan April tahun ini baru Rp256,6 miliar atau 30 persen dari target Rp855 miliar.

"Pajak BBNKB ini mungkin disebabkan daya beli kendaraan bermotor di awal tahun menurun," ujarnya.

Selanjutnya, sektor Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) terjadi penurunan. Dimana saat ini realisasi diangka Rp231,6 miliar atau 29,17 persen dari target Rp794 miliar.

"Karena tahun 2018 sampai pertengahan tahun pajak Pertalite masih 10 persen. Sementara sekarang turun menjadi 5 persen, makanya terjadi penurunan realisasi," bebernya.

Lalu untuk Pajak Air Permukaan, sebut Ispan, saat ini realisasi baru mencapai Rp8,044 miliar atau 26,43 persen dari target Rp30,438 miliar. Jika dibanding tahun lalu angkanya sama relatif sama, dimana realisasinya Rp8,022 miliar.

Sedangkan Pajak Rokok, tambah Ispan, sampai saat ini realisasinya belum ada masuk. Dimana realisasi pajak rokok tahun lalu mencapai Rp115,2 miliar.

"Bisanya pajak rokok ini di Maret atau April sudah ditransfer, tapi tahun ini kita tak tahu kenapa lambat, mungkin sekarang proses penghitungan karena ada pemotongan untuk iuran BPJS," ujarnya.

Baca: Direktur Operasional BRK Ucapkan Terima Kasih Pada Peserta Bank Riaukepri Open 2019

Sedangkan untuk realisasi pendapatan pajak daerah Riau hingga April 2019 secara keseluruhan mencapai Rp. 827 miliar lebih atau 26,47 persen dari target Rp3,124 triliun.

Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan priode yang sama. Dimana realisasi pajak pada April 2018 sudah mencapai diangka Rp1 triliun lebih. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Saksikan juga berita video menarik Tribun Pekanbaru dengan subscribe ke channel YouTube Tribunpekanbaru.com:

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved