Pelalawan

Tak Bisa Bedakan Keliru Coblos dengan Suara Tak Sah, Pleno PPK Pangkalan Kerinci Masih Berlangsung

Petugas KPPS maupun PPS yang tidak paham membedakan jenis kertas suara. Paling mencolok antara keliru coblos dengan suara tidak sah selalu disamakan.

Tak Bisa Bedakan Keliru Coblos dengan Suara Tak Sah, Pleno PPK Pangkalan Kerinci Masih Berlangsung
Tribun Pekanbaru/Johannes Tanjung
Suasana rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019 PPK Pangkalan Kerinci di aula kantor kecamatan, Sabtu (27/4/2019) 

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan perolehan suara pemilu tahun 2019 tingkat PPK Pangkalan Kerinci memasuki hari yang ke-8, Minggu (28/4/2019).

Ptugas penyelenggara, saksi-saksi, dan pengawas masih berkutat dengan perhitungan perolehan suara, progresnya sampai saat ini belum mencapai 50 persen dari total TPS yang ada.

Dari 225 total TPS yang sudah tuntas semuanya baru 63 TPS terhitung pada Sabtu (27/4/2019).

Ketua PPK Pangkalan Kerinci, M Jais menjelaskan, selama satu pekan ini pihaknya menggunakan tiga panel untuk mempercepat rekapitulasi. Dua panel khusus menangani kotak suara DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten.

Sedangkan satu panel lagi merekap suara untuk DPD RI dan pilpres.

"Membuat lama itu karena banyak kesalahan pengisian formulir C oleh para petugas KPPS dan PPS. Terpaksa kita hitung ulang dan buka satu-satu lagi untuk mengecek suaranya," kata M Jais.

Dijelaskannya, banyak petugas KPPS maupun PPS yang tidak paham membedakan jenis kertas suara. Paling mencolok yakni antara keliru coblos dengan suara tidak sah selalu disamakan.

Selain itu kertas suara yang dicoblos pada caleg dan partinya malah dihitung dua suara, padahal seharusnya tetap satu.

Ada juga beberapa kasus lainnya yang ditemukan dan memperlambat proses rekapitulasi.

Jais merincikan, adapun TPS yang telah selesai yakni Kelurahan Kerinci Timur 15 TPS, Desa Mekas Jaya 10 TPS, Desa Makmur 18 TPS, Desa Kuala Terusan 1 TPS, Desa Rantau Baru 3 TPS, dan Kelurahan Kerinci Barat 16 TPS.

Rekapitulasi suara membutuhkan waktu lama akibat hitung ulang yang dilakukan oleh tim panel bersama saksi-saksi karena terjadinya perbedaan perolehan.

Alhasil kotak suara kembali dibuka dan kertas suara dicek kembali satu per satu. (tribunpekanbaru.com/johannes tanjung )

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved