Breaking News:

Pemilu 2019

UPDATE Kasus Kecurangan Pemilu di Pelalawan, Ketua PPK Mengakui Dirinya Merubah Perolehan Suara

Dugaan kecurangan yang dilakukan oknum petugas PPK Pangkalan Kuras mulai menemui titik terang, Sugeng, telah menemui Caleg yang melaporkan dirinya

Penulis: johanes | Editor: Muhammad Ridho
Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung
Caleg Partai Gerindra Abdul Nasib (kemeja biru) dan Caleg Partai Golkar Abdul Muzakir (Kemeja Batik) melaporkan dugaan kecurangan pada pleno PPK Pangkalan Kuras ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pelalawan, Jumat (26/4/2019). 

UPDATE Kasus Kecurangan Petigas PPK Pangkalan Kuras, Ketua PPK Ngaku Dirinya Merubah Perolehan Suara

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Dugaan kecurangan yang dilakukan oknum petugas PPK Pangkalan Kuras mulai menemui titik terang, setelah empat orang Calon Legislatif (Caleg) dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pelalawan Riau pekan lalu.

Informasi yang diperoleh tribunpelalawan.com, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pangkalan Kuras, Sugeng, telah menemui Caleg yang melaporkan dirinya ke Bawaslu.

Sugeng menjumpai caleg Abdul Muzakir dari Golkar dan Abdul Nasib dari Gerindra.

Dalam pertemuan itu, Sugeng mengakui telah merubah perolehan suara caleg yang ada di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kecamatan Pangkalan Kuras dan Pangkalan Lesung, khususnya partai Golkar dan Gerindra.

Baca: Klarifikasi Laporan Caleg, Bawaslu Pelalawan Riau Jadwalkan Pemanggilan PPK Pangkalan Kuras

Baca: Giliran Caleg PDI P Laporkan Dugan Kecurangan PPK Pangkalan Kuras ke Bawaslu Pelalawan Riau

Baca: Dua Caleg Melaporkan Kecurangan di Pangkalan Kuras, Begini Tanggapan Bawaslu Pelalawan Riau

Saat dikonfirmasi tribunpelalawan.com, Abdul Muzakir mengakui dirinya ditemui oleh Sugeng ke rumahnya untuk memperjelas masalah tersebut.

Pada pertemuan itu, Sugeng mengaku salah atas perbuatannya menambahkan perolehan suara Caleg Golkar Nurlely yang sebelumnya peringkat sauaranya dibawah Abdul Muzakir.

Alhasil setelah ditambahkan, Nurlely jadilebih tinggi dibanding Muzakir.

"Pengakuan dia (Sugeng) suara yang ditambahkan ke Nurlely itu dari suara tidak sah hingga kami berselisih 17 suara, padahal sebelumnya selisih 143 suara. Tentu saya sangat dirugikan dalam hal ini," tutur Abdul Muzakir kepada tribunpelalawan.com, Selasa (30/4/2019).

Tindakan merubah berita acara pada perolehan suara Caleg Golkar diakui Sugeng dan hal itu dimuatnya dalam surat pernyataan yang ditandatangani diatas materai.

Sugeng mengaku tindakan melawan hukum itu dilakukannya semata karena saki hati pada Abdul Muzakir selama ini mengingat pembangunan yang tidak merata.

Ia membantah ada pihak-pihak yang menyogok atau mengiming-imingi dirinya sejumlah uang untuk merubah perolehan itu.

Sugeng juga memohon kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan ini untuk memaafkan dirinya yang sudah berbuat salah.

Namun bagi Abdul Muzakir persoalan itu tidak selesai hanya ketika Sugeng meminta maaf dan mengaku salah dengan surat pernyatan bermaterai.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved