Pemilu 2019

Calon Anggota DPD RI Asal Riau Dilaporkan ke Bawaslu, Diduga Dapatkan Ijazah Tidak Secara Akademik

Calon Anggota DPD RI asal Riau berinisial E dilaporkan warga ke Bawaslu Riau, karena diduga E dapatkan ijazah tidak secara akademik

Calon Anggota DPD RI Asal Riau Dilaporkan ke Bawaslu, Diduga Dapatkan Ijazah Tidak Secara Akademik
Tribun Pekanbaru/Guruh Budi Wibowo
Calon Anggota DPD RI Asal Riau Dilaporkan ke Bawaslu, Diduga Dapatkan Ijazah Tidak Secara Akademik 

Calon Anggota DPD RI Asal Riau Dilaporkan ke Bawaslu, Diduga Dapatkan Ijazah Tidak Secara Akademik

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Riau berinisial E dilaporkan warga ke Bawaslu Riau, karena diduga E dapatkan ijazah tidak secara akademik.

Seorang calon DPD RI asal Riau berinisial E yang bertarung dalam memperebutkan kursi anggota DPD RI dilaporkan warga Kota Pekanbaru, Rinaldi ke Bawaslu Riau.

Pasalnya, Rinaldi menduga Ijazah yang digunakan calon DPD RI dalam pencalegannya tidak didapatkan dengan proses akademik.

Baca: VIRAL Ibu Muda CANTIK Menyusui Bayinya di Pesta Pernikahan, Ternyata Artis Terkenal dan Selebgram

Baca: KISAH CINTA Gadis Malaysia dan Gadis Minang, Dinikahi Cowok AFRIKA dan Ketemu Jodoh di Instagram

Baca: Mantan BUPATI SIAK Arwin AS dan Sejumlah Pejabat HADIR pada Sidang PT DSI Kasus Pemalsuan SK Menhut

"Ijazah sarjana calon DPD RI atas nama dia tidak saya temukan dalam forlap.ristekdikti.go.id. Namun dalam pencalegannya, si E melampirkan Ijazah sarjananya di KPU Riau," ujar Rinaldi saat ditemui Tribun seusai memenuhi panggilan dari Gakkumdu di Bawaslu Riau, Kamis (2/5/2019).

Selain itu, kejanggalan lain yang ditemukan oleh Rinaldi adalah singkatnya proses si E dalam mendapatkan Ijazah tersebut di salah satu universitas di Jakarta.

Dalam waktu 2 tahun, E bisa mendapatkan Ijazah sarjana hukum di universitas tersebut.

"Memang benar dia hanya melanjutkan studinya di universitas yang di Jakarta tersebut setelah dinyatakan keluar dari universitas swasta di Kota Pekanbaru. Di dalam riwayat forlap Dikti E hanya menyelesaikan 58 SKS saja, untuk mendapatkan gelar sarjana di universitas yang di Jakarta tersebut ia harus menuntaskan 86 SKS, termasuk penyusunan skripsi. Ini tidak masuk akal buat saya," ujar Rinaldi.

Rinaldi mengungkapkan, diketahuinya penggunaan gelar sarjana hukum oleh E untuk pencalegan sebagai DPD RI setelah ia melihat akun Facebook calon DPD RI lainnya.

Dalam akun Facebooknya, calon DPD RI tersebut menampilkan perolehan suara masing-masing calon DPD RI.

Baca: LINK UPDATE Real Count Pilpres 2019, Prabowo Unggul Atas Jokowi 900 Ribu Suara di Provinsi BANTEN

Baca: EMAK-EMAK Militan dan GRN PAS Riau Pasang Spanduk UCAPAN Selamat PRABOWO Terpilih sebagai PRESIDEN

Baca: VIRAL GADIS Cantik MALAYSIA Dinikahi Pria AFRIKA, Selebgram Asal PADANG Bertemu Jodoh di Dunia MAYA

"Di dalamnya ada nama E menggunakan gelar sarjana. Kemudian saya telusuri, dalam berkas pencalegan, E melampirkan Ijazah itu," ungkap Rinaldi.

Halaman
12
Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved