Berita Riau

Majelis Hakim Tipikor PN Pekanbaru Jatuhkan Vonis Ringan, 3 Dokter RSUD Arifin Achmad Ajukan Banding

Majelis hakim Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru, menjatuhkan hukuman berbeda terhadap tiga dokter ini.

Majelis Hakim Tipikor PN Pekanbaru Jatuhkan Vonis Ringan, 3 Dokter RSUD Arifin Achmad Ajukan Banding
Tribunpekanbaru.com/RizkyArmanda
Seorang terdakwa dalam perkara korupsi pengadaan Alkes RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, dr Welly Zulfikar saat mendengarkan pembacaan vonis oleh Majelis Hakim, Kamis (2/5/2019) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Sidang dengan agenda pembacaan vonis terhadap tiga orang dokter RSUD Arifin Achmad berstatus PNS, yang terlibat dugaan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes), digelar Kamis (2/5/2019).

Bertempat di ruang Prof. R. Soebekti, SH Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, sidang ini turut dihadiri oleh para keluarga serta rekanan sejawat dari terdakwa tiga dokter ini.

Ketiga dokter tersebut, masing-masing dr. Welly Zulfikar SpB(K)KL, drg Masrial, SpBM, dan dr Kuswan Ambar Pamungkas, SpBP-RE.

Tak hanya tiga dokter, pembacaan vonis juga dilakukan untuk Direktur CV Prima Mustika Raya (PMR), terdakwa Yuni Efrianti juga.

Pembacaan vonis ini, dilaksanakan bergiliran terhadap para terdakwa.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor pada PN Pekanbaru, menjatuhkan hukuman berbeda terhadap tiga dokter ini.

Baca: Tiga Orang Dokter di Riau Dituntut 20 Hingga 30 Bulan Penjara, Tuntutan Jaksa Atas Dugaan Korupsi

Secara umum, ketiga dokter tersebut dijatuhi vonis ringan, meski dinyatakan bersalah melakukan melakukan korupsi.

Mereka bersalah dan dinilai melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat 1 huruf b Undang-undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 64 KUHP.

Pembacaan vonis pertama, diperuntukkan bagi dr Welly Zulfikar. Dia dinyatakan bersalah oleh Majelis Hakim yang diketuai Saut Marulitua Pasaribu.

"Menyatakan terdakwa Welly Zulfikar secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut. Menjatuhkan hukuman kurungan penjara selama 1 tahun 8 bulan," kata Hakim Ketua.

Halaman
1234
Penulis: Rizky Armanda
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved