Dumai

SABU-SABU Senilai Rp 6 MILIAR di Dumai Dimusnahkan, Dilarutkan ke Dalam Air, Dua Tersangka Diamankan

Narkotika jenis sabu-sabu senilai Rp 6 miliar di Dumai Riau dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke dalam air, dua tersangka diamankan

SABU-SABU Senilai Rp 6 MILIAR di Dumai Dimusnahkan, Dilarutkan ke Dalam Air, Dua Tersangka Diamankan
Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan
SABU-SABU Senilai Rp 6 MILIAR di Dumai Dimusnahkan, Dilarutkan ke Dalam Air, Dua Tersangka Diamankan 

Tak mungkin jika hanya BNN atau Polri saja yang bertindak, seluruh elemen masyarakat harus ikut serta melakukan pencegahan.

"Ini yang perlu kita sikapi dan cermati. Stake holder lain dan seluruh elemen masyarakat harus ikut berperan serta, ikut bersinergi dalam upaya menanggulangi peredaran gelap narkoba," tegasnya.

Menurut Untung narkoba merupakan bentuk kejahatan yang tergolong extra ordinary crime, atau kejahatan luar bisa.

Setara dengan tindak pidana terorisme dan juga korupsi.

"Sebutannya sudah tindak pidana luar biasa, jadi perlu penanganan khusus. Harus dicarikan akar permasalahannya. Tapi pada intinya, selama permintaan masih ada, suplai (narkoba) juga akan semakin meningkat," beber dia.

Apalagi dikatakan Untung, Provinsi Riau secara geografis letaknya sangat strategis.

Memiliki garis pantai yang panjang, belum lagi banyaknya jalur pelabuhan tikus, semakin memuluskan aksi para bandar narkoba untuk menyelundupkan barang haram lewat Riau.

"Provinsi kita sangat strategis, berbatasan dengan Selat Malaka, yang dijadikan akses atau jalur masuk narkoba," tuturnya.

Baca: Petugas Pengawas Pemilu Ada yang Muntah karena Lelah

Baca: VIDEO Bhayangkara FC vs PSM Makasar, Siaran Langsung Perempat Final Piala Indonesia Besok 15.30 WIB

Baca: LINK LIVE Streaming Bhayangkara vs PSM Makassar Perempat Final Piala Indonesia Sabtu Sore (Video)

Dia menambahkan, upaya represif berupa penindakan hukum, sudah dilakukan oleh aparat terkait, dan yang tak kalah penting saat ini adalah, bagaimana meningkatkan upaya preemtif dan preventif.

Mencegah agar narkoba jangan sampai beredar di masyarakat.

"Masyarakat perlu kita beri penyuluhan, kita sosialisasikan tentang bahaya narkoba. Apalagi kaum millennial (anak muda) yang memang saat ini kerap menjadi sasaran, mereka termasuk kelompok rentan terhadap penyalahgunaan narkoba," paparnya.

Untung menjabarkan, "pertarungan" melawan bandar narkoba saat ini, juga lebih sulit.

Lantaran mereka cukup pintar dan kerap menerapkan skema yang sangat rapi dan terorganisir.

"Mereka nge-link (terhubung) secara sistemis. Sangat tertutup. Tidak saling kenal, hanya berkomunikasi lewat handphone. Sistem jaringannya terputus," jelas Untung.

Sementara itu Gubernur Riau Syamsuar, yang turut hadir menyaksikan kegiatan ekspos kasus di Kantor BNNP Riau, mengapresiasi kinerja aparat dari BNNP Riau.

Diungkapkan mantan Bupati Siak ini, upaya penanggulangan narkoba memang harus dilakukan secara bersama-sama.

Baca: PROMO Nasi Timbel Khas Sunda di Pepito Restaurant Grand Elite Hotel, Sambalnya Gurame Goreng Kriuk

Baca: VIDEO Siaran Langsung Tottenham vs West Ham Premier League di Bein Sports 1, Sabtu 27 April 2019

Baca: LIVE Streaming VIDEO Tottenham vs West Ham Liga Inggris Pekan 36 di Bein Sports 1 Sabtu (27/4/2019)

"Saat ini memang kita negara kita sedang darurat narkoba. Untuk itu kami sangat mendukung BNN, kami menyampaikan apresiasi dan terimakasih sebesar-besarnya. Karena sudah mengungkap peredaran narkoba di bumi Riau ini," ungkapnya.

Dia berharap, Provinsi Riau nantinya bisa terbebas dari peredaran dan kasus penyalahgunaan narkoba. Paling tidak, hal ini bisa diminimalisir.

"Kita juga akan membentuk tim terpadu menangani masalah ini. Turun langsung ke daerah-daerah melakukan penyuluhan. Kita semua harus berkomitmen untuk menangani narkoba. Kalau kita lihat di Lapas-Lapas yang ada di Riau, paling banyak itu yang terlibat narkoba" urainya.

SABU-SABU Senilai Rp 6 MILIAR di Dumai Riau Dimusnahkan, Dilarutkan ke Dalam Air, Dua Tersangka Diamankan. (Tribunpekanbaru.com/Syahrul Ramadhan)

Penulis: Syahrul
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved